Bekasi, KPonline-Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar Konsolidasi Akbar di halaman Masjid Baitul Mushthafa, Kawasan Industri MM2100, Jalan Kalimantan Blok DD, Danau Indah, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang diikuti ribuan anggota FSPMI tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat koordinasi pengurus dan anggota FSPMI di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Konsolidasi akbar itu dihadiri Presiden FSPMI Suparno beserta jajaran organisasi, mulai dari pengurus Majelis Nasional, Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Pimpinan Pusat (PP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Konsulat Cabang, Pimpinan Cabang, hingga sejumlah pilar FSPMI.
Turut hadir Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja.
Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi terhadap langkah perjuangan kaum buruh yang tidak hanya dilakukan melalui aksi demonstrasi, tetapi juga melalui dialog dan silaturahmi dengan berbagai pihak.
Listyo Sigit menyoroti perubahan pendekatan yang dilakukan Said Iqbal, yang sebelumnya dikenal aktif berada di lapangan dalam memimpin berbagai aksi buruh, namun kini aktif membangun komunikasi dengan kalangan pengusaha dan pemerintah daerah.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk perjuangan yang tidak kalah penting dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
“Saya kira tidak gampang menjaga dan mengubah kebiasaan yang biasanya memimpin demo, sekarang harus bersilaturahmi. Itu pengorbanan yang luar biasa,” ujar Listyo Sigit.
Ia juga menegaskan bahwa perjuangan Said Iqbal bukan semata-mata untuk kepentingan jabatan yang saat ini diembannya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
“Karena saya tahu, beliau memakai lencana mewakili pemerintah dengan lencana setingkat menteri (Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh). Namun perjuangan beliau bukan untuk jabatan itu, tetapi agar bisa lebih fleksibel dalam memperjuangkan hak-hak teman-teman sekalian (Buruh),” jelasnya.
Kapolri juga mengingatkan kalangan pengusaha agar menempatkan buruh sebagai mitra strategis dalam membangun hubungan industrial yang sehat.
“Jadikan kawan-kawan buruh sebagai mitra/aset atau saudara,” pesan Listyo Sigit.
Sementara itu, Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan Kabupaten Bekasi memiliki posisi strategis dalam perekonomian, khususnya karena menjadi salah satu pusat kawasan industri terbesar di Indonesia.
Ia menyebut terdapat 11 kawasan industri di Kabupaten Bekasi, dengan delapan diantaranya merupakan kawasan industri berskala besar.
Menurut Asep, kondisi Kabupaten Bekasi memiliki pengaruh besar terhadap iklim investasi dan perekonomian, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Kalau Bekasi goyang, kita tidak tahu bagaimana dunia industri kedepannya. Makanya, kita harus benar-benar menjaga kondusivitas,” katanya.
Asep menegaskan Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen menjaga hubungan industrial yang berkeadilan sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Ia menilai pekerja bukan sekadar faktor produksi, melainkan bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi. Karena itu, perlindungan terhadap hak-hak pekerja, kepastian hukum, serta hubungan industrial yang harmonis harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga investasi.
“Hubungan industrial yang berkeadilan dan kondusivitas investasi sangatlah relevan dan menjadi komitmen bersama yang harus kita tunjukkan,” ujarnya.
Ia juga menyatakan pemerintah daerah siap menjadi jembatan komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah guna menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara konstruktif.
Dalam kesempatan tersebut, Asep turut menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan jajaran atas dukungan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya dalam mendukung terciptanya hubungan yang baik antara buruh dan pengusaha.
“Mari terus kita jaga kondusivitas daerah kita,” ajaknya.
Konsolidasi Akbar FSPMI kali ini mengangkat Isu utama “Segera Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.”



