Bekasi, KPonline – Konsolidasi Akbar Buruh yang digelar di halaman Masjid Baitul Musthafa, Kawasan MM2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jumat (11/9/2026), menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pekerja, pemerintah, kepolisian, dan dunia usaha dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat, kondusif, dan berkeadilan.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Ir. H. Said Iqbal, M.E., Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Suparno, S.H., serta Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja.
Dalam sambutannya, Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa Kabupaten Bekasi memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat industri terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, menurutnya, kondusivitas kawasan industri harus dijaga bersama agar aktivitas investasi dan perekonomian dapat terus berkembang.
“Ada 9.100 perusahaan yang tersebar di 11 kawasan industri, yang mana delapan di antaranya merupakan kawasan yang cukup besar,” ujar Asep.
Ia menegaskan, besarnya potensi industri di Kabupaten Bekasi harus diimbangi dengan hubungan yang baik antara pemerintah, pekerja, pengusaha, dan aparat keamanan. Menurutnya, investasi akan tumbuh dengan baik apabila didukung oleh situasi yang aman, nyaman, serta hubungan industrial yang harmonis.
Asep juga menyampaikan target pemerintah daerah untuk terus mendorong masuknya investasi ke Kabupaten Bekasi hingga mencapai sekitar Rp70 triliun.
“Investasi saat ini di Kabupaten Bekasi mencari Rp50 triliun, Target investasi kita ke depan sekitar Rp70 triliun. Ini tentu membutuhkan dukungan dan sinergi dari semua pihak,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asep turut menyampaikan apresiasi kepada Deputi Kawasan MM2100 atas perhatian terhadap pendidikan warga Kabupaten Bekasi.
Ia mengatakan terdapat sekitar 100 warga Bekasi dari desil 1 hingga 5 yang mendapatkan kesempatan bersekolah di Mitra Industri. Bahkan, menurut Asep, persoalan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang mengalami tunggakan tidak menjadi penghalang bagi para siswa untuk tetap bersekolah.
“Yang penting sekolah dulu, nanti pembayarannya diselesaikan,” katanya.
Asep juga mengapresiasi para siswi yang mendapatkan kesempatan pendidikan tersebut. Dengan nada ringan, ia mengatakan, “Tadi sudah terlihat, mereka cantik-cantik.”
Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan masyarakat merupakan bagian penting dari pembangunan Kabupaten Bekasi. Pemerintah berharap kolaborasi antara kawasan industri, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya menghasilkan investasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.
Konsolidasi Akbar Buruh tersebut menjadi ruang dialog sekaligus penegasan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi, perlindungan pekerja, dan kesejahteraan masyarakat.
Tema Konsolidasi hari ini sangat relevan dengan Kabupaten Bekasi “Bangun Hubungan Industrial Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi”
Dengan sinergi antara pemerintah, serikat pekerja, dunia usaha, dan aparat keamanan, Kabupaten Bekasi diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu kawasan industri strategis sekaligus menciptakan hubungan industrial yang berkeadilan dan kondusif bagi seluruh pihak. (Yanto)