Presiden FSPMI : Segera Sahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Baru Demi Kesejahteraan Buruh

Presiden FSPMI : Segera Sahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Baru Demi Kesejahteraan Buruh

Bekasi, KPonline – Konsolidasi Akbar Buruh digelar di halaman Masjid Baitul Musthafa, Kawasan MM2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas buruh sekaligus menyampaikan aspirasi ketenagakerjaan.

Konsolidasi ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Ir. H. Said Iqbal, M.E., Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Suparno, S.H., serta Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja.

Hadir pula Deputi Kawasan MM2100 Darwoto, S.E., Kapolda Metro Jaya, Kapolres Metro Bekasi Kabupaten, sejumlah tokoh masyarakat Bekasi, serta pimpinan perusahaan di kawasan industri.

Di hadapan ribuan buruh, Presiden FSPMI Suparno menegaskan bahwa konsolidasi menjadi ruang untuk menampung dan menyuarakan aspirasi buruh, terutama di tengah tidak adanya aksi massa pada September hingga Oktober 2026

“Konsolidasi ini untuk menampung aspirasi buruh. Yang terpenting buruh sejahtera, UU Ketenagakerjaan segera disahkan, UMSK 2027 Plt. Bupati tanda tangan, Bekasi kondusif, Jawa Barat kondusif, Indonesia kondusif untuk buruh sejahtera,” tegas Suparno.

Menurutnya, perjuangan buruh tidak hanya dilakukan melalui aksi massa, tetapi juga melalui konsolidasi dan komunikasi dengan berbagai pihak. Soliditas organisasi menjadi modal penting agar berbagai persoalan ketenagakerjaan dapat diperjuangkan secara terarah.

Konsolidasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa buruh memiliki kepentingan yang sama dalam menciptakan hubungan industrial yang kondusif, tanpa mengesampingkan perjuangan terhadap kesejahteraan dan perlindungan hak-hak pekerja.

Pesan yang kemudian mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya sinergi antara buruh dan kepolisian dalam menjaga keamanan serta membangun Indonesia.

“Buruh bersama Kapolri membangun negeri.”

Slogan tersebut menjadi penegasan bahwa buruh bukan sekadar bagian dari dunia industri, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga kondusivitas dan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.

Konsolidasi Akbar Buruh di MM2100 pun menjadi simbol penyatuan langkah, buruh sejahtera, industri kondusif, Bekasi kondusif, Jawa Barat kondusif, dan Indonesia semakin kuat. (Yanto)