Bekasi, KPonline – Kapolres Metro Bekasi Kombes. Pol. Sumarni melakukan survei lokasi untuk mematangkan program ketahanan pangan sebagai solusi bagi pekerja yang menjadi korban PHK.
Kegiatan yang berlangsung Kamis, 21 Mei 2026 dilakukan bersama tim, didampingi Kapolsek Cikarang Pusat dan Camat Sukakarya Hanief Zulkifli yang bertindak sebagai mentor kolam bioflok. Diskusi terkait rencana program berlangsung langsung di lokasi survei.
Dalam pemaparannya, Kombes. Pol. Sumarni menyampaikan gagasan pengembangan UMKM berbasis ketahanan pangan, salah satunya melalui budidaya ikan lele dan nila. Hasil panen direncanakan dapat ditampung oleh SPPG POLRI dan juga dipasarkan ke pihak lain.
“Ini sebagai bentuk ketahanan pangan. Kita bisa berkolaborasi dengan kawan-kawan buruh. Dari Polres siap membantu kebutuhan bibit ikan,” ujarnya.
Program ini akan memanfaatkan lahan di area masing-masing, seperti Omah Buruh, Saung Buruh, dan lokasi lain yang tersedia.
Camat Sukakarya Hanief Zulkifli memaparkan skema budidaya dengan modal awal sekitar Rp20.000.000 dan kapasitas bibit ikan 7.500 ekor.
“Kolam dengan diameter 8 meter dapat diisi 7.000 – 7.500 ekor ikan lele atau nila dengan masa panen lebih kurang 4 bulan,” katanya.
Namun ia menegaskan perlu dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu terhadap air tanah di lingkungan Omah Buruh. “Nanti kita bawa ke laboratorium dulu untuk mengetahui pH airnya,” ujarnya.
Kapolres menegaskan prioritas pengelolaan program ini akan diberikan kepada pekerja yang menjadi korban PHK.
Saat ditanya soal penyaluran hasil panen, ia menyatakan Polres akan membantu mengarahkan ke SPPG di bawah naungan Polri.
“Untuk penyaluran kita akan arahkan ke SPPG di bawah naungan Polri selain juga bisa dijual ke masyarakat, yang penting menghasilkan duit,” ujarnya.
Program kolaborasi antara aparat kepolisian dan buruh ini diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pekerja terdampak PHK di wilayah Bekasi. (Yanto)