Jumlah PUK Bertambah, Tapi Anggota Turun. Kok Bisa?

Cirebon, KPonline – Masih bertempat di Hotel Koening dikawasan jalan Tuparev Cirebon, pada hari kedua (15/01/2019) pelaksanaan ini di buka dengan Pemaparan Laporan dari Bidang Organisasi wilayah Karawang Ranto tentang Maping Prospek PUK per kawasan industri.

Ranto juga menjelaskan dari bulan Januari 2017 sampai saat ini sudah terbentuk tujuh PUK yang bargabung, dan di tahun 2019 ini ada empat kawasan industri yang menjadi maping Pimpinan Pusat SPAMK FSPMI yaitu kawasan Surya Cipta, kawasan KIC, kawasan Indotaiset, dan kawasan KIM.

Dari empat kawasan itu setidaknya ada 12 perusahaan yg masuk di sektor AMK.

Pemaparan laporan selanjutnya dari wilayah Bekasi dan selama tahun 2018 di Bekasi mempunyai 9 kawasan Industri, dimana sampai saat ini jumlah PUK bertambah tetapi secara anggota justru menurun dikarenakan banyaknya anggota yg keluar.

Bakri menjelaskan, hal ini dikarenakan ada sebagian anggota memasuki masa pensiun, ada yang bermasalah, perusahaan merger, munculnya serikat pekerja tandingan, dan faktor lainnya.

Terakhir pemaparan laporan dari wilayah Semarang Eko Martiko selaku bidang organisasi PC SPAMK FSPMI Semarang, dimana di Wilayah Semarang mempunyai 6 PUK dengan total 3.762 anggota.