Purwakarta, KPonline-Progres negosiasi pengupahan di lingkungan PT. Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) kembali berlanjut. Hari ini, Rabu, 13 Mei 2026, telah dilaksanakan Pertemuan Ke-5 yang bertempat di Ruang FM, PT. HMMI. Pertemuan ini menjadi krusial di tengah persiapan perusahaan menambah karyawan baru.
Rapat dibuka oleh Erik Santoso, yang memberikan sinyal positif bagi para pekerja. Erik menyampaikan bahwa tren kenaikan jumlah produksi sepanjang tahun 2026 diharapkan membawa dampak linier terhadap kesejahteraan karyawan. “Dengan performa produksi yang meningkat, muncul harapan besar agar angka kenaikan upah tahun ini berada di level yang cukup kompetitif dan bagus,” ujarnya.
Melanjutkan pembukaan tersebut, anggota Tim Perundingan, Supriyadi, memaparkan argumen berbasis histori perusahaan. Supriyadi menekankan pentingnya menjaga yurisprudensi atau kebiasaan yang sudah lama menjadi ketetapan di perusahaan, yaitu formula kenaikan UMK yang ditambah sebesar Rp50.000 dari nilai UMSK Purwakarta.
Ketua PUK, Suryadi, juga memberikan penegasan terkait struktur tambahan kenaikan. Ia menyatakan bahwa tambahan 1 persen sudah merupakan hukum wajib yang harus dipenuhi dalam kesepakatan pengupahan ini.
Mengingat perundingan belum mencapai kesepakatan final, sementara karyawan kontrak (PKWT) akan mulai masuk pada bulan ini, maka rapat menetapkan kebijakan transisi:
•Keputusan Sementara: Upah bagi karyawan PKWT untuk saat ini akan merujuk pada UMSK Kabupaten Purwakarta Tahun 2026 hingga perundingan upah tahunan mencapai titik temu.
Ketua Sidang, Didik Darmanto, menutup pertemuan kelima ini dengan mengucap syukur atas kelancaran diskusi yang berlangsung. Meskipun poin-poin utama telah dibahas, pembahasan lebih lanjut akan dilanjutkan kembali pada minggu depan untuk merampungkan detail kesepakatan yang belum disepakati kedua belah pihak.