Gelombang Perlawanan Makin Membesar: Aksi Buruh Immortal Terus Berlanjut

Gelombang Perlawanan Makin Membesar: Aksi Buruh Immortal Terus Berlanjut

Depok, KPonline-Aksi unjuk rasa yang digelar pada Rabu, (22/4/2026) oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Immortal Cosmedika Indonesia terus berlanjut dan menunjukkan eskalasi semangat perlawanan dari para pekerja.

Memasuki rangkaian aksi lanjutan, barisan buruh tetap solid dalam menyuarakan tuntutan mereka terhadap perusahaan.

Sejak pagi hari, para peserta aksi kembali memadati titik kumpul dengan penuh disiplin dan militansi. Konsolidasi terus dilakukan guna memperkuat barisan serta memastikan setiap tuntutan tersampaikan dengan jelas dan terarah. Suasana di lapangan dipenuhi semangat kebersamaan dan tekad untuk tidak mundur sebelum keadilan ditegakkan.

Sejumlah perwakilan serikat pekerja juga terus memberikan orasi yang membakar semangat. Mereka menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar aksi spontan, melainkan bagian dari gerakan panjang untuk menuntut hak-hak normatif yang selama ini diabaikan.

Ketua PUK SPAI FSPMI PT Immortal Cosmedika Indonesia, Muhamad Ali, kembali menegaskan kondisi yang dialami para pekerja. Ia menyampaikan bahwa praktik pembungkaman serta upah yang tidak layak masih menjadi persoalan utama, bahkan dirinya mengaku menjadi korban PHK sepihak.

“Selama ini kita dibungkam, upah kita tidak sesuai bahkan di bawah Rp3 juta. Saya sendiri di-PHK sepihak oleh perusahaan. Namun hari ini kita kuat karena bersama FSPMI,” tegasnya di hadapan massa aksi.

Sementara itu, Amrijal selaku perwakilan PP SPAI FSPMI turut menyampaikan pesan perjuangan yang menggugah semangat para peserta aksi. Ia menekankan bahwa FSPMI merupakan simbol perlawanan yang telah teruji oleh waktu.

“FSPMI adalah gen perlawanan. Puluhan tahun kita dibungkam, kini kalian di FSPMI jadilah kuat dan janganlah menyerah. Ini adalah perjuangan, jangan biarkan Immortal melanggar undang-undang ketenagakerjaan,” tutur Amrijal.

Aksi ini menegaskan bahwa para buruh tidak akan tinggal diam terhadap dugaan pelanggaran hak-hak pekerja. Dengan solidaritas yang terus terjaga, mereka berkomitmen untuk terus berjuang hingga terciptanya keadilan dan kepastian hukum di lingkungan kerja.