Hadiri Audiensi Dengan Komisi IX DPR RI, DPW FSPMI Riau Sampaikan Aspirasi Buruh

Hadiri Audiensi Dengan Komisi IX DPR RI, DPW FSPMI Riau Sampaikan Aspirasi Buruh

Pekanbaru, KPonline- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riau, Satria Putra, bersama Wakil Ketua DPW FSPMI Riau, Yudi Efrizon, menghadiri undangan rapat audiensi dengan anggota Komisi IX DPR RI. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Melati Lantai 3 Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman No. 460, Pekanbaru, Rabu (22/04/2026).

Audiensi ini merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja reses Komisi IX DPR RI ke Provinsi Riau, yang mempertemukan DPR RI dengan Pemerintah Provinsi Riau serta berbagai mitra kerja di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan dan pembangunan keluarga (BKKBN), perlindungan pekerja migran Indonesia (BP2MI), Badan Gizi Nasional, Badan POM RI, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam forum tersebut, DPW FSPMI Riau hadir sebagai representasi serikat pekerja/serikat buruh di Provinsi Riau untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi kaum buruh di daerah.

Dalam sambutannya, Ketua DPW FSPMI Riau, Satria Putra, menegaskan pentingnya perhatian serius dari pemerintah pusat dan DPR RI terhadap kondisi pekerja di daerah.

“Kami hadir di forum ini sebagai representasi suara kaum buruh di Provinsi Riau. Banyak persoalan ketenagakerjaan yang masih membutuhkan perhatian serius, mulai dari perlindungan kerja, jaminan sosial, hingga kepastian status kerja. Kami berharap melalui pertemuan ini, aspirasi buruh dapat didengar dan ditindaklanjuti secara konkret oleh pemerintah dan DPR RI,” ujar Satria Putra.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan ketenagakerjaan serta optimalisasi peran BPJS Ketenagakerjaan dalam menjamin hak-hak pekerja.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW FSPMI Riau, Yudi Efrizon, dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, DPR RI, dan serikat pekerja sangat dibutuhkan untuk menciptakan kesejahteraan buruh.

“Kami mendorong agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada pekerja, khususnya dalam hal jaminan kesehatan, keselamatan kerja, dan perlindungan tenaga kerja. Buruh bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek yang harus dilibatkan dalam setiap pengambilan kebijakan yang menyangkut masa depan mereka,” tegas Yudi Efrizon.

Ia juga berharap agar hasil dari kunjungan kerja reses ini tidak hanya menjadi seremonial, melainkan menghasilkan solusi nyata atas persoalan yang dihadapi pekerja di lapangan.

Audiensi ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah, legislatif, dan serikat pekerja, serta mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada kesejahteraan buruh di Provinsi Riau.