Garda Metal FSPMI di Garda Terdepan, Kawal Aksi Buruh Menuju DPR RI dengan Disiplin dan Soliditas Tinggi

Garda Metal FSPMI di Garda Terdepan, Kawal Aksi Buruh Menuju DPR RI dengan Disiplin dan Soliditas Tinggi

Jakarta, KPonline – Garda Metal FSPMI kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam setiap agenda organisasi, baik dalam aksi massa maupun kegiatan internal. Konsistensi ini menjadi bukti bahwa Garda Metal bukan sekadar simbol kekuatan, melainkan motor penggerak utama dalam menjaga soliditas perjuangan buruh.

Salah satu identitas yang melekat kuat pada Garda Metal adalah kehadiran mobil komando yang selalu menyatu dengan pasukan lapangan. Keduanya mencerminkan disiplin, kesiapan, dan kekompakan dalam setiap aksi yang dijalankan.

Bacaan Lainnya

Pada Kamis, 16 April 2026, seluruh jajaran Garda Metal bergerak serentak mengikuti instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSPMI serta arahan DPW dan KC di masing-masing wilayah. Aksi ini melibatkan massa dari Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat dengan tujuan utama mengawal jalannya aksi di Gedung DPR RI.

Sejak pukul 07.00 WIB, Garda Metal DKI Jakarta telah bersiap dengan formasi rapi bersama mobil komando. Kesiapan ini menunjukkan tingkat kedisiplinan tinggi serta koordinasi yang matang antaranggota di lapangan.

Pergerakan aksi dipimpin langsung oleh jajaran pengurus Garda Metal FSPMI DKI Jakarta. Divisi Aksi, Daniel Sinurat, bersama Wakil Presiden Bidang Aksi Nasional, Mubarok, turut mengawal jalannya aksi, didampingi pimpinan wilayah DKI Jakarta, Winarso.

Dari titik kumpul di kawasan industri, rombongan bergerak menuju DPR RI dengan penuh tanggung jawab. Garda Metal memastikan seluruh massa tetap terorganisir, aman, dan tertib sepanjang perjalanan.

Dalam aksi tersebut, peran Garda Metal tidak hanya sebagai pengawal, tetapi juga sebagai pengarah bagi peserta aksi. Mereka memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan berarti hingga tiba di titik utama aksi di DPR RI.

Aksi ini membawa sejumlah tuntutan penting kepada pemerintah, khususnya DPR RI, agar segera membahas dan mengesahkan undang-undang ketenagakerjaan yang baru. Tuntutan tersebut merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan penyelesaian regulasi dalam kurun waktu maksimal dua tahun.

Selain itu, massa aksi juga menagih komitmen pemerintah atas janji Presiden pada peringatan May Day tahun sebelumnya, termasuk penghapusan sistem outsourcing yang dinilai merugikan pekerja.

Penolakan terhadap praktik upah murah turut menjadi sorotan. Sistem kerja kontrak, magang, dan harian yang kerap menekan kesejahteraan buruh dinilai harus segera dibenahi.

Garda Metal memastikan seluruh aspirasi tersebut tersampaikan secara tertib dan terarah. Mereka menjadi benteng utama dalam menjaga aksi tetap kondusif serta sejalan dengan garis perjuangan organisasi.

Ke depan, Garda Metal menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di garis terdepan dalam setiap perjuangan buruh FSPMI. Di mana pun dan kapan pun, mereka siap mengawal perjuangan demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja.

Pos terkait