Forum SP AOP : Perlawanan Adalah Jalan Yang Akan Kami Tempuh

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Perbincangan mengenai nasib buruh tidak akan pernah mendapati ujung ketika kompetisi modal diberi ajang yang lebar, ketika sistem memberikan penghormatan terhadap kepemilikan pribadi. Dan eksploitasi membabibuta terhadap buruh bisa diawali dari fakta ini, dimana buruh sudah dipandang sebagai komoditas yang bebas diperlakukan untuk melipatgandakan keuntungan dari modal yang telah ditanam.

Tragis, tentu inilah jawaban kita. Karena ini penggambaran betapa rendahnya penghargaan terhadap nilai kemanusiaan. Ungkapan-ungkapan agung yang sering kita dengar tentang kesejahteraan, keadilan, persamaan hak kini benar-benar telah  sirna, terbang, mendebu, tersapu arus keserakahan para pengenggam kekuatan modal.

Bacaan Lainnya

Deskripsi faktual di atas memberi penegasan teologis dan filosofis bahwa ada perubahan besar di dalama cara kerja manusia dalam membangun peradaban. Benar, Marx, dalam The Communist Manifesto, yang ditulis pada abad ke-19, telah menyatakan bahwa sejarah semua masyarakat, baik dahulu maupun kini, adalah sejarah perjuangan kelas, yakni antara penindas dan yang ditindas, namun nilai-nilai kemanusiaan masih bisa kita jumpai dalam banyak ruang. Tapi hari ini kita akan menemui hal yang samasekali berbeda. Seluruh ruang, jalan, garis, bahkan tempat yang paling dianggap sakral pun, sudah menjadi tempat kegiatan penambangan keuntungan – tempat untuk melipatgandakan modal.

Kaum buruh, yang dihargai selayaknya komoditas ini, yang secara sosiologis bukanlah sebuah kelas yang bebas, kondisinya semakin hari semakin bertambah buruk. Ini berlaku di banyak negara, terutama di negara terbelakang seperti Indonesia, dimana buruh menghadapi tantangan berat. Neoliberalisme merupakan sebuah ideologi dan sekaligus strategi. Poin penting dari neoliberalisme adalah menciptakan buruh murah demi akumulasi modal yang berlipat. Semua ini tentu bukan untuk kemakmuran bersama, tetapi untuk sekelompok pemilik modal besar dan pengendali kekuasaan.

Menyikapi tantangan dunia ketenagakerjaan sekarang ini, bagi serikat buruh yang tergabung dalam Forum SP AOP tentu saja tidak tinggal diam.
Hal ini terungkap pada saat pertemuan exco Forum Serikat Pekerja Astra Otoparts (Forum SP AOP) yang di gelar di La Terazza Sumarecon Bekasi pada senin (12/11) yang dihadiri oleh perwakilan pengurus unit kerja Serikat Pekerja dari 23 perusahaan di bawah PT. Astra Otoparts grup.

“Tetap semangat, tetap tersenyum, tetap jaga kebersamaan, tetap yakinkan dalam hati bahwa kita adalah satu kesatuan keluarga senasib sepenanggungan, satu saja terluka maka kita semua akan bergerak bersama menuntaskan segalanya.” ujar Engkos Kosasih, Sekretaris Jenderal Forum SP AOP ini.

Disampaikan juga di depan perwakilan 23 perusahaan yang tergabung dalam Forum Serikat Pekerja AOP ini, “Kami (PUK PT. FSCM) sudah mendeklarasikan bahwa perlawanan adalah jalan yang akan kami tempuh apapun resikonya, jangan lupa untuk terus berdo’a, semoga Allah tabaraka wa ta’aala memudahkan semua perjuangan kita dan memberikan kita kemenangan.” jelas Gunawan Yuliansyah, Ketua PUK PT. FSCM yang juga menjabat sebagai Direktorat Hubungan Antar Lembaga Forum SP AOP sebagaimana di kutip dari pesan singkat yang dikirim WA kepada kontributor KPonline DKI.

Melihat fakta yang menyakitkan ini, membangun serikat buruh progresif, membangun kesadaran politik dan kesadaran kelas, adalah hal yang perlu. Perlunya membangun basis massa progresif, visi, ideologi, kesadaran kelas, dan platform politik yang jelas serta untuk mencapai kemenangan dalam perjuangan. Sejalan dengan gagasan ini, hadir dalam kesempatan yang sama calon anggota dewan yang direkomendasikan oleh organisasi serikat pekerja FSPMI – KSPI Willa Faradian, Vice President FSPMI (caleg DPR RI dapil kabupaten Bogor).

(Jim).

Pos terkait