Flayer Ajakan Bergabung FSPMI Efektif, Tim Organising Catat Lonjakan Minat Buruh dari Berbagai Daerah

Flayer Ajakan Bergabung FSPMI Efektif, Tim Organising Catat Lonjakan Minat Buruh dari Berbagai Daerah

Jakarta, KPonline – Penyebaran flayer ajakan bergabung bersama Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang dilakukan tim organising dinilai cukup efektif. Terbukti, semakin banyak buruh dari berbagai daerah ingin mengenal dan bergabung dengan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia.

Tim Organising DPP FSPMI bersama PUK di daerah gencar menyebar flayer digital melalui grup WhatsApp, Telegram, dan media sosial buruh. Versi cetak juga dibagikan di kawasan industri, pintu gerbang pabrik, hingga kos-kosan pekerja. Flayer berisi ajakan singkat: “Buruh Bersatu Tak Bisa Dikalahkan. Gabung FSPMI, Perjuangkan Upah Layak, Status Kerja Jelas, dan K3. Konsultasi Gratis!” lengkap dengan kontak hotline organising dan pendaftaran anggota.

Materi flayer menekankan beberapa hal perlindungan hukum bagi anggota, pendidikan serikat gratis, dan advokasi kasus ketenagakerjaan. Desain dibuat sederhana, bahasa membumi, dan langsung menyasar persoalan yang dirasakan buruh sehari-hari. Sejak flayer disebar masif dua bulan terakhir, tim organising mencatat kenaikan signifikan.

“Rata-rata per hari ada 20-30 buruh yang chat tanya cara gabung. Dari Morowali, Bekasi, Karawang, Batam, sampai Gresik,” ujar salah satu anggota tim organising FSPMI.

Tidak hanya pekerja metal, flayer juga menarik minat pekerja logistik, elektronik, dan galangan kapal. Banyak yang mengaku baru tahu fungsi serikat setelah membaca flayer. Sebagian langsung minta difasilitasi pembentukan PUK baru di perusahaannya. Data sementara DPP FSPMI menyebut ada beberapa calon PUK baru yang sedang dalam proses asistensi pembentukan.

Vice Presiden bidang Organisasi DPP FSPMI, Nuryasin, S.H. menegaskan, flayer hanya pintu masuk. Kuncinya ada di follow up cepat dari tim.

“Begitu ada yang tanya, maksimal 1×24 jam harus kita respons. Kita datangi, kita edukasi, kita dampingi sampai PUK terbentuk,” kata Nuryasin, Kamis (16/7/2026).

Ia menambahkan sejak Januari 2026 tercatat ada penambahan anggota sekitar 30 unit kerja baru dari bebagai sektor. ”Sektor SPAI FSPMI yang terbanyak disusul sektor Logam dan pertambangan,” ungkap Yasin

Ke depan, FSPMI akan memperbanyak flayer tematik: isu PHK, kontrak kerja, upah lembur, hingga kesehatan mental. Tim juga akan libatkan anggota baru sebagai organizer di perusahaannya masing-masing. Langkah ini jadi bukti bahwa kampanye yang sederhana, langsung, dan konsisten mampu menjangkau buruh yang selama ini jauh dari serikat. Di tengah tren pekerja muda yang enggan berserikat, metode jemput bola lewat flayer terbukti membuka jalan. (Yanto)