Faktor-faktor Kegagalan Caleg Buruh

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline, – Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan calon anggota legislatif, agar dengan lancar melenggang ke kursi parlemen. Salah satunya yang sangat cukup menarik diperbincangkan dalam diskusi Seminar Nasional yang digelar di DPP FSPMI kali ini adalah, elektabilitas calon anggota legislatif. Diskusi tersebut berlangsung pasca seminar yang bertajuk Gerakan Buruh Dalam Politik Indonesia pada Senin 3 Februari 2020.

Hendi Suhendi, salah seorang kader FSPMI yang maju dalam pencalonan anggota legislatif Kabupaten Bekasi pada pemilihan anggota legislatif 2019 yang lalu memaparkan, “Salah satu faktor penentu dalam mendulang suara kaum buruh, khususnya di Kabupaten Bekasi adalah elektabilitas caleg itu sendiri. Salah satu contohnya adalah Obon Tabroni, yang telah masuk kedalam DPR RI. Elektabilitas Obon sudah cukup mumpuni, baik di Bekasi, Karawang maupun Purwakarta. Dan membangun elektabilitas yang tinggi, membutuhkan waktu dan hal-hal yang lainnya” ucap laki-laki yang akrab disapa dengan panggilan Abah ini

Bacaan Lainnya

Dia juga mempertanyakan eksistensi calon anggota legislatif pada pemilihan anggota legislatif pada 2019 yang lalu. “Ada banyak calon anggota legislatif yang berasal dari FSPMI dan serikat buruh lain yang menjadi kader partai politik. Padahal asal muasal kita jelas, bahwa kita adalah merupakan kader organisasi” lanjutnya.

Politik uang pun, hingga saat ini masih menjadi polemik yang tak kunjung berkesudahan. Karena pemeo yang berkembang di masyarakat belum bisa hilang hingga saat ini. Yaitu, gerakan politik itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga dianggap dikalangan masyarakat luas, politik uang adalah hal yang biasa.

Dan satu hal yang sejak dahulu, selalu menjadi perdebatan panjang dan tak berkesudahan. Yaitu menyatukan visi dan misi kaum buruh Indonesia dalam membangun partai politik yang berbasis buruh. “Jika menengok sedikit kebelakang, kita bisa bercermin kepada salah satu partai politik yang berbasis buruh, yang dibangun oleh salah satu serikat buruh Indonesia. Kegagalan partai buruh tersebut dikarenakan ekslusivitas partai tersebut berdasarkan hanya satu serikat buruh itu sendiri” papar Teri L Carraway menanggapi salah satu pertanyaan peserta Seminar Nasional Gerakan Buruh Dalam Politik Indonesia.

Pos terkait