Di Tengah Rakerwil DPW FSPMI Jatim, Ternyata Gubernur Umumkan Diskon Pajak Kendaraan 20 Persen

Di Tengah Rakerwil DPW FSPMI Jatim, Ternyata Gubernur Umumkan Diskon Pajak Kendaraan 20 Persen
Ardian Safendra menunjukkan KTA FSPMI di Forum Rakerwil ,diusulkan sebagai bukti administrasi untuk mendapatkan manfaat pemotongan pajak kendaraan.

Malang, KPonline – Suasana Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW FSPMI Jawa Timur yang berlangsung di Shanaya Resort Hotel, Malang, Jum’at (31/7/2026), mendadak menjadi riuh. Di tengah jalannya pembahasan, peserta menerima informasi bahwa Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, baru saja mengumumkan kebijakan pemberian potongan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 20 persen.

Kabar tersebut disambut antusias oleh peserta Rakerwil. Pasalnya, kebijakan itu dinilai sejalan dengan aspirasi yang selama ini diperjuangkan buruh Jawa Timur sejak tahun 2025, yakni mendorong adanya keringanan beban pajak kendaraan bermotor, khususnya bagi kendaraan berkapasitas mesin di bawah 150 cc.

Bacaan Lainnya

Menariknya, sebelum informasi tersebut diterima, forum Rakerwil yang dipimpin Ketua DPW FSPMI Jawa Timur, H. Jazuli, SH, sedang membahas perkembangan hasil perjuangan May Day 2026. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah tindak lanjut usulan keringanan pajak kendaraan bermotor yang hingga saat itu dinilai belum memperoleh kepastian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Bahkan, peserta rapat juga sempat membahas mekanisme teknis apabila kebijakan tersebut direalisasikan, termasuk kemungkinan penggunaan Kartu Tanda Anggota (KTA) FSPMI sebagai salah satu syarat administratif untuk memperoleh manfaat dari hasil perjuangan tersebut.

“Ternyata obrolan kita sampai juga ke Ibu Gubernur,” canda Ardian Safendra, salah satu pengurus DPW FSPMI Jawa Timur, yang disambut tawa peserta rapat.

Momen tersebut semakin menguatkan keyakinan peserta bahwa perjuangan buruh harus terus dikawal melalui konsolidasi dan komunikasi yang berkesinambungan. Berbagai persoalan yang berdampak pada kesejahteraan pekerja perlu terus disuarakan agar mendapat perhatian dari para pemangku kebijakan.

Rakerwil DPW FSPMI Jawa Timur yang digelar selama dua hari ini menjadi forum evaluasi sekaligus perumusan strategi perjuangan organisasi ke depan. Melalui rapat koordinasi seperti ini, diharapkan seluruh elemen organisasi memiliki pemahaman yang sama sehingga mampu bergerak secara solid dalam memperjuangkan kepentingan buruh.

Rakerwil diikuti oleh seluruh perangkat DPW FSPMI Jawa Timur, Konsulat Cabang FSPMI se-Jawa Timur, serta jajaran Task Force FSPMI.

(Khoirul Anam)

Pos terkait