Di Batam Buruh dan Polisi bergoyang bersama

  • Whatsapp
DSC04803
Seorang buruh mengibarkan bendera FSPMI

Batam,KPonline – Bertepatan dengan hari Pahlawan, aksi unjukrasa buruh menolak PP Pengupahan dan mendesak Gubernur kepri agar mengesahkan UMK Batam 2016 sesuai dengan rekomendasi yang tertuang dalam kesepakatan Dewan Pengupahan Kota (DPK) yang berlangsung hari ini (selasa,10 November2015) Pangkorda garda metal Batam Suprapto mengatakan bahwa selama ini hubungan antara polisi dan buruh tidak pernah ada masalah, yang menjadi masalah adalah sikap walikota Batam yang seakan-akan ingin membenturkan buruh dan aparat kepolisian dengan mengajukan dua angka ke Gubernur untuk di tetapkan sebagai UMK Batam 2016, sehingga seluruh elemen buruh di Batam turun ke jalan

“Salut buat para polwan yang dari pagi berdiri di sini,untuk menemani aksi buruh hari ini,terima kasih ibu-ibu polwan yang cantic-cantik”, ujar Prapto di atas Mobil komando,”Tahun lalu pak Walikota mengatakan jangan demo terus,apa kalian tidak capek demo terus, carilah kesepakatan di DPK,kata walikota Batam waktu itu, tetapi hari ini, setelah kita mencapai kesepakatan di DPK, ternyata justru Walikota yang telah membohongi kita.Dia lebih mendukung para cukong pengusaha dengan mengajukan dua angka ke Gubernur”.tambahnya penuh semangat.

Bacaan Lainnya

“Jadi teman-teman,apakah salah jika hari ini kita di sini?”.

“Salahkah jika kita menyuarakan suara rakyat Batam yang sudah tercekik dengan harga beras yang sudah melambung tinggi? Apakah buruh yang terus demo yang menyebabkan harga beras naik?”
“hidup buruh, hidup Polisi’.
Meski cuaca cukup terik tetapi buruh terus semangat dan terbakar oleh orasi yang di sampaikan secara bergantian oleh aktivis buruh.Menjelang mahgrib aksi massa buruh baru berakhir, aparat kepolisian yang sejak pagi mengawal aksi ini ikut serta bergoyang dengan puluhan anggota garda metal di iringi musik dari Mobil komando.lihat videonya di sini

Walikota batam maupun pihak pemerintah daerah tidak ada satupun yang keluar menemui buruh dalam aksi ini. Hal inilah yang membuat buruh geram dan buruh berjanji akan kembali turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya.*S.Ete

 

Pos terkait