Serikat Buruh Vietnam dan Iuran Anggotanya

  • Whatsapp

surya
Hanoi,KPOnline
– Tiba di Hanoi Vietnam Rabu 24 Februari 2016, dalam Menghadiri Undangan ILO dengan agenda Pertemuan dan Workshop Serikat Buruh Se Asia Pacific.  Ada yang menarik setibanya di Hanoi, Kotanya mirip betul dengan kota medan,mulai dari jalan protokol sampai kepada bangunan mirip di jalan sutomo Medan.

Populasi di Vietnam 90 juta jiwa dengan total Angkatan Kerja sebesar 60 juta jiwa dimana Pekerja Formal sebesar 45 juta jiwa. Hanoi adalah Ibukota Vietnam yg merupakan Distrik utama , Sektor Perbankan, Perdagangan dan Pariwisata adalah sumber PAD utama di Hanoi.

Bacaan Lainnya

Hanya satu serikat buruh yang diakui oleh Pemerintahan Vietnam saat ini yakni, Vietnam General Confederation of Labour (VGCL) beranggotakan 5 juta buruh dari seluruh distrik (kota).Serikat buruh inilah yang bergerak dan berjuang bersama anggotanya dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh buruh di Vietnam, mulai dari Upah dan Tunjangan lainnya, Jaminan Sosial, Kontrak Kerja dan perlindungan status kerja.
Pola perjuangan serikat buruh di Vietnam hampir sama dengan di Indonesia, yakni dengan konsep sosial dialog (Hak berunding) dan Aksi Mogok Kerja (Hak mogok kerja). Pada tahun 2015 saja, ada ratusan aksi mogok kerja yang dilakukan serikat buruhnya bersama anggotanya. Pada umumnya aksi mogok kerja hanya dilakukan di kawasan-kawasan industri.

Tuntutan Serikat buruh tingkat perusahaan umumnya yakni; Penyesuaian Upah Tahunan, Tunjangan Transportasi, Tunjangan Perumahan, Tunjangan Makan, Bonus Tahunan dan perlindungan kontrak kerja (kepastian permanent status). Upah Minimum ditiap kota Vietnam ditetapkan melalui mekanisme perundingan Tripartit (Sama dengan UMK di Indonesia). Tidak ada aturan seperti PP 78 disini yang menghapus hak berunding terkait upah minimum.

Upah Minimum di Hanoi tahun 2016 adalah sebesar 3,5 juta Dong / bulan (Rp. 2.097.185) merupakan upah minimum tertinggi dari seluruh kota di Vietnam dan Upah Minimum Terendah adalah 2 juta Dong (Rp. 1.375.000), namun take home pay pekerjanya tanpa lembur mencapai rata-rata 3 juta dong – 5 juta dong (Upah minimum hanya untuk basic salary saja, karena masih banyak komponen upah lainnya berupa tunjangan).

Perlu di ketahui Harga Premium saat ini di Vietnam sebesar 23.000 Dong (Rp. 13.781).Sementara di Indonesia harga Premium Rp. 6.900 lebih murah dari sana
Pola kontrak di Vietnam pada seluruh jenis Industri dan jenis Pekerjaan hanya diperbolehkan maksimal 2 tahun, jika lebih dari 2 tahun, secara otomatis harus permanent, (Pengusaha di Vietnam cenderung lebih taat aturan dimana persoalan kontrak kerja bukan menjadi persoalan buat pengusaha dan pekerjanya).

Di Indonesia, Maksimal kontrak lebih panjang yaitu 3 tahun ditambah lagi Pengusaha di Indonesia cenderung melanggar dan susah mengikuti aturan, bahkan banyak buruh yang dikontrak berulang-ulang sampai lebih dari 5 tahun.
Peran pemerintah Vietnam sangat kuat dalam pengendalian harga-harga kebutuhan dasar/pokok. Peran pemerintah vietnam juga sangat kuat dalam penegakan hukum perburuhan bagi pengusaha dan pekerjanya. Banyak Kemudahan yang diberikan Pemerintah Vietnam terhadap investor terkait lahan, keringanan pajak dan insentif2 lainnya, khususnya pada industry Garment (Padat Karya) sangat besar insentif pajak yang diberikan,dan Proses administrasi juga tidak berbelit-belit seperti di Indonesia. Dan masih banyak lagi penerapan perlindungan buat pekerja dan kepastian hukum buat pengusaha di Vietnam

IURAN ANGGOTA
Iuran anggota buruh berdasarkan aturan perburuhannya sebesar 3% dari Upah Minimum dengan komposisi 1% dibayar wajib oleh buruh dan 2% dibayar wajib oleh Pengusaha.
Iuran anggota yang terkumpul tiap bulannya mencapai 100 Milyar Dong tiap bulannya atau US$ 4.5 juta tiap bulannya.
Mekanisme pemungutan iuran anggota hanya 1 mekanisme saja yaitu CoS (Check of System) / Potong Gaji. Itulah mengapa Serikat Buruh di Vietnam sangat mandiri dari sisi keuangan. Di Indonesia, iuran anggota serikat buruh hanya sebesar 1% dan tidak ada pembebanan kepada pengusaha.

Banyak juga yang mengatakan investasi di Vietnam sangat bagus karena Zero demo, system tenaga kerja sangat fleksible(tidak ada permanent) ternyata semuanya tidak terbukti dan hanyalah kebohongan belaka untuk menyudutkan gerakan buruh di Indonesia
Penegakan hukum perburuhan di Vietnam bisa dikatakan lebih baik dari Indonesia karena kepastian hukum dan penegakan hukum buat pekerja dan pengusaha sangat baik.Tingkat kepatuhan pengusaha di Vietnam terhadap aturan cukup baik.

Dari diskusi dengan sumber dan data terpercaya yaitu serikat buruh Vietnam dapat saya tarik kesimpulan :
1. Proses administrasi dalam ber investasi di Vietnam sangat singkat dan mudah, Sementara di Indonesia berbelit-belit dan cenderung banyak pungutan-pungutan liar.
2. Banyak keringanan pajak yang diberikan buat sektor usaha padat karya di Vietnam, di Indonesia Pengusaha diperas seperti sapi perahan.
3. Perlindungan hak-hak buruh lebih baik di Vietnam (Tingkat kepatuhan pengusaha di Vietnam terhadap aturan perburuhan cukub baik), di Indonesia banyak pengusaha nakal berkolaborasi dengan oknum2 aparat perburuhan.
4. Pengendalian harga kebutuhan pokok oleh pemerintah vietnam sangat kuat, sedangkan di Indonesia sangat lemah dan harga diserahkan pada mekanisme pasar (mekanisme kapitalis).
5. Bagi Pengusaha Nakal, berinvestasi di Vietnam sangat mencekik karena system ketenagakerjaannya khususnya perekrutan tenaga kerja tidak se fleksible di Indonesia.

Oleh : Surya D. Sitompul (  Perwakilan KSBSI dalam Regional Meeting and Workshop se Asia Pacific )

Pos terkait