Buruh PT Dada Gelar Aksi di Kedubes Korea

Purwakarta KPonline – Tidak jelasnya sikap PT Dada Indonesia dalam melakukan kewajiban sebagai pengusaha kepada pekerja terkait pemberian Hak kepada pekerja atas uang pesangon. Jumat 1 Februari 2019 dengan menggunakan 6 armada bus dan 4 mobil pribadi,pekerja emak-emak PT Dada Indonesia mendatangi Kantor Duta Besar (Kedubes) Korea Selatan di jalan Gatot Subroto Jakarta.

Dalam agenda tersebut,Obon Tabroni, Mbah Pujo, Ade Supyani,Supriadi ,Steven (Perwakilan PT Freeport) dan sekitar 500 Pekerja emak-emak PT Dada Indonesia yang tergabung dalam Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia PT Dada Indonesia hadir memadati Kedutaan Besar Korea Selatan.

Namun dalam kesempatan tersebut pihak Kedubes Korea Selatan tidak menanggapi aksi yang dilakukan oleh pekerja emak-emak PT Dada Indonesia.

“Tidak ada satu orang pun dari pihak Kedutaan Besar Korea Selatan datang menemui kami,mereka beralasan meminta surat Audiensi terlebih dahulu.

Setelah itu baru nanti mereka akan membantu memfasilitasi penyelesaian masalah hubungan industrial yang sedang terjadi dengan pengusaha PT Dada Indonesia.” ucap Elni Susanti (Ketua PUK SPAI FSPMI PT Dada Indonesia).

Merasa tidak mendapatkan hasil di Kedubes, kemudian aksi tersebut berlanjut ke Kantor Kementrian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. Setelah ditemui Kanti dan Jon, perwakilan dari lembaga tersebut akhirnya menghasilkan Notulen dan pihak Kementrian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi berjanji akan memanggil pihak Perusahaan beserta Serikat Pekerja pada tanggal 18 Februari 2019.

“Saya berharap nanti dari pihak Kemenakertrans dan Badan Pengawasan Pusat Hubungan Industrial benar menepati janji untuk memanggil dan menekan kepada pengusaha dalam melakukan kewajibannya,yaitu memberikan uang pesangon yang memang wajib harus mereka lakukan,karena mengenai hal tersebut telah diatur dalam peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.Jadi jangan hanya Retorika saja.”tambah Elni Susanti.

Facebook Comments