ToT KSPI Fokus Cetak Trainer Handal dan Profesional, Marupi Tekankan Kesiapan Menyeluruh

ToT KSPI Fokus Cetak Trainer Handal dan Profesional, Marupi Tekankan Kesiapan Menyeluruh

Bogor, KPonline-Kegiatan Training of Trainers (ToT) yang diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia terus berlanjut dengan penekanan pada pembentukan trainer yang handal dan profesional. Bertempat di Hotel Salak The Heritage Bogor, sesi kali ini dipimpin oleh Marupi yang membahas secara mendalam kesiapan yang harus dimiliki seorang trainer. Selasa, (5/5/2026).

Dalam pemaparannya, Marupi menegaskan bahwa menjadi trainer tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga harus memahami kondisi dan karakter peserta. Menurutnya, keberhasilan pelatihan sangat ditentukan oleh kemampuan trainer dalam membaca situasi, membangun interaksi, serta menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami.

Ia kemudian menjabarkan beberapa hal penting yang harus disiapkan oleh seorang trainer, di antaranya:
Pertama, penguasaan materi secara menyeluruh. Trainer harus benar-benar memahami isi materi agar mampu menjelaskan dengan jelas, menjawab pertanyaan, serta mengaitkan dengan kondisi nyata di lapangan.

Kedua, pemahaman terhadap peserta. Seorang trainer perlu mengetahui latar belakang peserta, tingkat pemahaman, serta kebutuhan mereka, sehingga metode penyampaian bisa disesuaikan.

Ketiga, persiapan metode dan strategi pembelajaran. Tidak cukup hanya ceramah, trainer harus menyiapkan metode yang interaktif seperti diskusi, simulasi, dan studi kasus agar peserta lebih aktif dan terlibat.

Keempat, kesiapan mental dan komunikasi. Trainer harus percaya diri, mampu mengelola suasana kelas, serta menciptakan komunikasi dua arah yang efektif.

Kelima, pengelolaan waktu. Materi yang banyak harus disampaikan secara terstruktur dan tepat waktu agar seluruh sesi berjalan optimal.

Keenam, alat bantu pelatihan. Trainer perlu menyiapkan media pendukung seperti slide, modul, atau alat visual lainnya untuk mempermudah pemahaman peserta.
Marupi juga menekankan bahwa seorang trainer yang baik harus fleksibel dan mampu beradaptasi dengan dinamika kelas.

“Trainer harus peka terhadap situasi peserta, kapan harus serius, kapan harus mencairkan suasana, agar proses belajar tetap efektif,” ujarnya.

Melalui sesi ini, diharapkan para peserta ToT KSPI tidak hanya siap menjadi penyampai materi, tetapi juga mampu menjadi fasilitator yang menginspirasi dan menggerakkan peserta lainnya. Dengan demikian, upaya kaderisasi dan penguatan organisasi serikat pekerja dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.