Beralih Menuju Kantor Gubernur, Massa Buruh Jawa Tengah Sweeping Pabrik di Kawasan Industri

  • Whatsapp

Semarang, KPonline – Gugur Bunga menjadi lagu terakhir pengantar aksi pada, Senin (19/11/2018 ), setelah lagu Indonesia Raya dan Mars FSPMI. Sebagai pengingat dan rasa hormat mereka kepada para pejuang buruh yang telah gugur dalam perjuangan sebelumnya.

Tak sedikit yang menitikkan airmatanya saat menyanyikan lagu dan puisi Gugur Bunga. Kemudian setelah pembacaan doa berakhir, para buruh yang sebagian besar dari FSPMI berangkat untuk menjemput kawan-kawan aliansi yang masih menunggu di wilayah barat kota Semarang.

Bacaan Lainnya

Iring-iringan dari rombongan massa tersebut mendapat tambahan massa dari Kahutindo yang tidak sabar untuk segera  bergabung dengan barisan dari arah yang berlawanan, mereka langsung menyeberang dengan berjalan kaki maupun memutus separator jalan dengan mengendarai motor dan menempatkan diri di barisan paling depan bersebelahan dengan Mobil Komando.

Antusias yang luar biasa ini menjadi pemandangan yang luar biasa, tanpa disengaja 1 jalur ke arah barat pun langsung lumpuh dalam hitungan menit.

Kemacetan bahkan terjadi sepanjang 6 km. Pemandangan ini bertahan cukup lama, sampai dari pihak kepolisian yang bertugas cukup kewalahan untuk membuka jalur arah barat ini.

Rombongan massa yang menyusuri jalan cukup jauh ke arah Mangkang ini berharap agar bisa mengajak para anggota dari Serikat Pekerja lainnya yang masih bekerja di Kawasan Industri untuk ikut bergabung dengan massa. Hingga sampai ini rombongan aliansi masoh bertahan di daerah Mangkang.

Seperti yang diutarakan oleh Abdul Majid selaku anggota Dewan Pengupahan Kota Semarang dari unsur buruh ini bahwa aksi ini untuk mengawal perjuangan upah agar Ganjar menemui buruh.

“Ganjar yang harus menemui kami, bukan kami yang menemui Ganjar”, tegasnya. (Tride)

Pos terkait