Pasuruan, KPonline – Kantor KC FSPMI Pasuruan di Jl. Pattimura No. 306, Pogar, Bangil, menerima kunjungan silaturahmi dari perwakilan BEM Pasuruan Raya pada Selasa (29/4/2026). Pertemuan ini menjadi ruang diskusi serius menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026.
Delegasi BEM yang hadir di antaranya M. Ubadillah Abdi (UNUPA), M. Faisal Harun (Universitas Walisongo Gempol), Qais Zauqi (STITMUBA), dan Asni Shiella Mudiani (UNUBA). Mereka disambut langsung oleh Ketua KC FSPMI Pasuruan Satya Agung, S.T., Sekretaris Memed Hermanto, S.H., serta Wakil Ketua Ahmad Yani.
Dalam pertemuan tersebut, BEM Pasuruan Raya menggali lebih dalam terkait makna strategis Mayday 2026, tidak hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi sebagai momentum konsolidasi kekuatan buruh dan rakyat dalam memperjuangkan hak-hak normatif yang semakin tergerus.
Ketua KC FSPMI Pasuruan menegaskan bahwa Mayday tahun ini difokuskan pada isu-isu krusial yang langsung menyentuh kehidupan buruh. Di antaranya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja yang terdampak PHK, penolakan penurunan kualitas upah, serta dorongan kebijakan afirmatif untuk anak buruh dalam akses pendidikan. Selain itu, isu kepastian kerja, penghapusan sistem kerja tidak pasti, dan penguatan peran negara dalam pengawasan ketenagakerjaan juga menjadi sorotan utama.
Diskusi berlangsung terbuka dan kritis. BEM Pasuruan Raya melihat bahwa perjuangan buruh tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus dibangun dalam aliansi yang lebih luas dengan mahasiswa dan elemen masyarakat sipil. Ada kesamaan pandangan bahwa kondisi ketenagakerjaan saat ini membutuhkan tekanan kolektif agar kebijakan pemerintah tidak semakin menjauh dari prinsip keadilan sosial.
Sekretaris KC FSPMI Pasuruan menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam isu perburuhan merupakan langkah strategis untuk memperkuat gerakan. “Mayday bukan hanya milik buruh, tapi milik semua yang peduli pada keadilan sosial,” tegasnya.
Silaturahmi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan serta membuka ruang kolaborasi dalam mengawal isu-isu kerakyatan, khususnya dalam momentum Mayday 2026.
(Kontributor Pasuruan)



