Gresik, KPonline – Musyawarah Cabang (Muscab) II Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan (SPLP) FSPMI Kabupaten Gresik yang digelar pada Sabtu (13/6/2026) di Rumah Makan Aroma, Gresik, mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satu tamu undangan yang hadir adalah Imam Syaifuddin, S.H., anggota komisi 4 DPRD Kabupaten Gresik.
Dalam sambutannya, Imam Syaifuddin menegaskan bahwa gerakan buruh masih memiliki banyak PR yang harus diselesaikan bersama. Ia mengapresiasi tema Muscab II SPLP FSPMI Gresik, yakni “Konsolidasi Kekuatan Buruh Logam dan Pertambangan Menuju Perubahan”.
“PR kita masih banyak. Terima kasih dengan tema kita, konsolidasi kekuatan buruh, itu perlu di-underline. Kekuatan kita sebenarnya juga mayoritas di Kabupaten Gresik,” ujarnya di hadapan peserta Muscab.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Gresik merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia dengan nilai investasi yang sangat besar. Namun, menurutnya, besarnya investasi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi pekerja apabila kaum buruh tidak memiliki sikap kritis terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan.
“Sering saya sampaikan di berbagai forum bahwa industri terbesar di Indonesia ada di Kabupaten Gresik. Banyaknya industri dan besarnya investasi di Kabupaten Gresik itu, jika kita tidak kritis maka kita akan menjadi penonton. Itulah yang menjadi PR kita bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Imam Syaifuddin juga menyampaikan pentingnya persatuan antarorganisasi pekerja. Ia menjelaskan bahwa di Kabupaten Gresik telah terbentuk Sekretariat Bersama (Sekber) yang beranggotakan 16 serikat pekerja sebagai wadah koordinasi dan perjuangan bersama.
“Di Kabupaten Gresik ada Sekber dengan 16 serikat pekerja. Karena banyaknya PR yang harus dilakukan bersama, kami mencoba membuka ruang diskusi dengan membuka Rumah Buruh Gresik yang hingga saat ini masih aktif digunakan sebagai kantor bersama,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Imam mengajak seluruh peserta Muscab untuk terus menjaga solidaritas, memperkuat konsolidasi organisasi, dan tidak berhenti memperjuangkan kesejahteraan pekerja.
“Kesejahteraan itu harus kita perjuangkan. Ayo kita saling mengingatkan dalam kebaikan, tetap solid, saling mengisi, dan ingat bahwa PR kita masih banyak,” pungkasnya.
Kehadiran Imam Syaifuddin dalam Muscab II SPLP FSPMI Gresik menjadi dukungan moral bagi perjuangan buruh di Kabupaten Gresik. Momentum Muscab diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi serta melahirkan langkah-langkah strategis dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja di tengah pesatnya perkembangan industri di Kabupaten Gresik.



