Aksi 16 Juli Getol Punggungi Kantor Gubernur Hingga Janji Untuk Tetap Militan

  • Whatsapp

Surabaya, KPonline – Hampir di seluruh Indonesia, Persatuan rakyat semakin terlihat hari ini Kamis 16 Juli 2020, Berbagai Aksi Demonstrasi di gelar untuk menolak rencana Pemerintah yang ingin membuat aturan yang tidak berpihak kepada rakyat yang salah satunya adalah tentang Omnibuslaw.

Omnibuslaw yang sedianya akan melebur berbagai Undang undang menjadi satu aturan itu justru terkesan dibuat Pemerintah untuk  Kepentingan para Pemodal saja yang akan menghilangkan hak hak lingkungan maupun hak pekerja.Hal inilah yang menjadi Pemicu bersatunya rakyat dari Kaum Petani ,Buruh hingga Mahasiswa yang di Jawa Timur mereka bersatu di dalam Aliansi Gerakan Tolak Omnibuslaw (Getol).

Bacaan Lainnya

Aliansi yang lahir sejak 26 Februari 2020 tersebut hari ini kembali turun kejalan dengan titik aksi di Tugu Pahlawan Surabaya.

Berbagai alat peraga di tunjukkan oleh massa aksi dari spanduk tuntutan berukuran kertas A3 hingga Truk Trailer yang di jadikan Mobil Komando serta panggung berjalan.

Ketika Matahari tepat diatas kepala,Ribuan massa aksi Getol tiba di Tugu Pahlawan, disana sudah berbaris ratusan Aparat Kepolisian, Watercannon, K9 dan lain lain nyatanya tidak membuat gentar para Korlap aksi untuk menata massa nya dengan posisi membelakangi Kantor Gubernur,meskipun berbagai upaya terlihat dilakukan oleh kepolisian  untuk mengurai massa namun upaya tersebut gagal.

Menurut Korlap Aksi Doni Aryanto, kenapa kami sengaja memunggungi Kantor Gubernur adalah sebagai simbol ketidak percayaan rakyat terhadap pemerintah,dengan posisi ini massa aksi akan menghadap Tugu Pahlawan yang saat ini yang bermakna lebih pantas menghormati Pahlawan yang telah gugur dari pada Pemerintah saat ini dimana meskipun mereka masih hidup tetapi justru melupakan Rakyatnya.

Orasi demi orasi disuarakan secara bergantian oleh para pimpinan elemen yang saling mendukung satu sama lain, FSPMI misalnya yang diwakili oleh Eka Hernawati di dalam orasi dirinya tidak hanya berfokus pada Omnibuslaw Klaster Ketenagakerjaan saja dirinya juga bersuara tentang dampak terhadap alam serta Kaum perempuan, begitupun dengan Kontras, Walhi dan lain-lain.

Dari orasi orasi tersebut disimpulkan bahwa mereka menyuarakan tuntutan antara lain:

1. Dengan tegas menolak semua kluster Omnibus Law yang merugikan rakyat dan menuntut DPR RI menghentikan pembahasannya.

2. Menuntut tanggung jawab Negara atas terjadinya PHK dimasa Pandemi ini.

3. Menuntut tanggung jawab negara atas banyaknya pekerja yang dirumahkan tanpa mendapatkan gaji,THR serta pemutusan BPJS Ketenagakerjaan secara sepihak oleh perusahaan selama Pandemi.

4. Menuntut digratiskanya aneka tes Covid-19 salah satunya Rapid test dan biaya perawatan untuk seluruh lapisan masyarakat yang terdampak.

5. Penuhi hak hak Tenaga Kesehatan,Upah dan tunjangan sesuai dengan ketentuan undang undang.

6. Wujudkan sistem kesehatan nasional yang berbasis rakyat, gratis dan bermutu.

7. Wujudkan pendidikan bervisi kerakyatan, ilmiah demokratis dan gratis.

8. Batalkan UU Minerba yang akan menghancurkan kehidupan rakyat

9. Wujudkan Reforma Agraria sejati dan selesaikan konflik agraria.

Seperti dua aksi sebelumnya Getol tetap memilih untuk melakukan Mimbar Rakyat saja dan Menolak adanya pertemuan dengan Pemerintah karena tujuan aksi ini adalah satu yakni untuk membatalkan Omnibuslaw sehingga pertemuan apapun hanya akan membuang energi saja.

Pada aksi ini Getol berencana untuk menginap dilokasi aksi jika DPR RI bersikukuh melakukan Pembahasan Omnibus law, namun menjelang pukul 17.00 WIB. Habibus Shalihin dari LBH Surabaya mengambil alih pengeras suara dan menyampaikan bahwa Korlap Aksi telah mendapatkan informasi bahwa pada hari ini tidak ada Pembahasan Omnibuslaw di DPR RI sehingga aksi ini harus diakhiri.

Menjelang selesainya aksi hari ini, Doni Aryanto selaku korlap menyampaikan terima kasihnya atas partisipasi dan keberhasilan massa untuk menjaga agar aksi ini tetap berjalan dengan damai,seluruh massa aksi juga diajak mengheningkan cipta untuk para Pahlawan yang telah gugur, mengajak untuk tidak berpuas diri atas “kemenangan kecil” ini serta berjanji untuk menjaga militansi dalam perjuangan hingga Omnibuslaw benar benar Batal.

Getol sendiri terdiri atas:

– Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

– Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).

– Konfederasi Kongres Aliansi Buruh Indonesia (KASBI).

– Konfederasi Serikat Nasional (KSN)
Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

– Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP KSPI).

– Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (FSP KEP SPSI).

– Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FARKES Ref KSPI)
Serikat Pekerja Nasional (SPN).

– Federasi Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan dan Multi Industri (FSP PPMI KSPI).

– Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (FSPBI KASBI).

– Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (FSBK KASBI).

– Federasi Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Federasi KontraS).

– Federasi Serikat Buruh Independen (FSBI).

– Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI KPBI).

– Komite Pusat Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (KP SPBI).

– Federasi Serikat Buruh Readymix Dan Konstrusi (FSBRK KASBI).

– Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

– Jaringan Komunikasi Serikat Pekerja Perbankan (JARKOM SP Perbankan).

– Serikat Pekerja Danamon (SP Danamon)
Serikat Pekerja Perjuangan Bank Maybank Indonesia (SPPBMI).

– Serikat Pekerja Bank Shinhan Indonesia (SPBSI).

– Persatuan Pekerja Korban Freeport Indonesia (P2KFI).

– Aliansi Badan Ekskutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

– Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP Universitas Airlangga (BEM FISIP Unair).

– Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Airlangga.

– Wahana Lingkungan Hidup (WALHI).

– Front Mahasiswa Nasional (FMN).

– Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Koodinasi Region Jawa Timur.

– Kader Hijau Muhammadiyah (KHM).

– Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

– Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA)
Laskar Mahasiswa Republik Indonesia (LAMRI).

– BARA API.

– Sekretariat Buruh Selatan (SERBU SETAN).

– Gerakan Penolak Lupa (Gepal).

(Khoirul Anam).

Pos terkait