Sidoarjo, KPonline-Sebanyak 250 pekerja alih daya yang tergabung dalam Serikat Pekerja Digital Platform dan Transportasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPDT FSPMI) mengikuti Rapat Rutin (Ratin) Akbar di Sidoarjo. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyatukan langkah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
Peserta Ratin Akbar berasal dari tiga perusahaan alih daya, yakni PT Arina Multikarya, PT Cahaya Utama, dan PT Majapahit Solusi Bersama, yang ditempatkan di salah satu perusahaan ternama di Kabupaten Sidoarjo. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dalam membangun organisasi yang semakin kuat.
Mengusung tema “Melangkah dengan Nyata, Berjuang dengan Integritas, Menang dengan Bermartabat”, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anggota untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, serta menyusun langkah-langkah perjuangan menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih dihadapi para pekerja alih daya.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang berlangsung dengan penuh khidmat. Selanjutnya, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Mars FSPMI sebagai simbol semangat persatuan, solidaritas, dan komitmen dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh.
Ketua PUK SPDT FSPMI, Mutaalimul Ulumiddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa rapat rutin bukan sekadar agenda formal organisasi, tetapi merupakan ruang strategis untuk memperkuat komunikasi, konsolidasi, dan kebersamaan seluruh anggota.
“Pertemuan rutin ini menjadi ajang diskusi dan konsolidasi seluruh anggota demi memastikan perjuangan kita tetap terarah dan solid di tengah dinamika dunia kerja alih daya,” ujar Mutaalimul Ulumiddin di hadapan ratusan peserta.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus juga menyampaikan kabar menggembirakan. Sebanyak 88 anggota dari PT Arina Multikarya, PT Cahaya Utama, dan PT Majapahit Solusi Bersama yang sebelumnya mengalami kekurangan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026 kini telah menerima haknya secara penuh setelah berhasil diperjuangkan melalui langkah-langkah yang dilakukan serikat pekerja.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa perjuangan kolektif melalui organisasi mampu memberikan manfaat langsung bagi anggota. Pengurus berharap capaian tersebut semakin meningkatkan kepercayaan anggota terhadap pentingnya berserikat dan memperkuat solidaritas di lingkungan kerja.
Ratin Akbar juga dihadiri Ketua PC SPDT FSPMI Sidoarjo, Denny Nobel, S.H., M.H. Dalam arahannya, ia mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih pengurus dan anggota serta menegaskan target organisasi untuk mencapai 500 anggota hingga akhir tahun demi memperkuat posisi tawar pekerja.
“Sudah banyak keberhasilan yang dicapai oleh organisasi ini. Keberhasilan tersebut harus menjadikan kita tambah semangat dalam berorganisasi. Kita menargetkan jumlah anggota mencapai 500 orang di akhir tahun agar posisi tawar dan kekuatan perjuangan kita semakin solid,” tegas Denny Nobel.
Sementara itu, Sekretaris PC SPDT FSPMI Sidoarjo, Achmad Chikam, S.H., menjelaskan bahwa perjuangan organisasi belum selesai. Selain berhasil menagih kekurangan THR, pihaknya masih terus mengawal berbagai persoalan, seperti kekurangan pembayaran upah yang masih berada di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), pemenuhan hak cuti hamil bagi pekerja perempuan, serta pembayaran upah selama masa libur melalui proses lobi dengan manajemen. Ia menegaskan bahwa seluruh perjuangan tersebut dijalankan dengan strategi K-L-A-P (Konsep, Lobi, Aksi, dan Politik) agar setiap hak anggota dapat diperjuangkan secara efektif dan bermartabat.
Melalui Ratin Akbar ini, SPDT FSPMI Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pekerja alih daya, memperluas keanggotaan, serta mengawal pemenuhan hak-hak normatif pekerja. Dengan organisasi yang semakin solid dan anggota yang terus bertambah, SPDT FSPMI optimistis mampu memperkuat posisi tawar buruh dalam mewujudkan hubungan industrial yang adil, bermartabat, dan berkeadilan.