Krisis BBM, Partai Buruh Bersama Aliansi Serikat Pekerja Sulawesi Selatan Datangi Pertamina dan Kantor Gubernur

Krisis BBM, Partai Buruh Bersama Aliansi Serikat Pekerja Sulawesi Selatan Datangi Pertamina dan Kantor Gubernur

Makassar, KPonline – Aksi unjuk rasa Partai Buruh dan beberapa aliansi serikat buruh di Sulawesi Selatan di antaranya FSPMI, PSBM, KPBI, SGBN, KPRM, SJPM, K-SBSI, FSBPI Gowa, SPRT dan beberapa perwakilan Mahasiswa
di Makassar mendatangi Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Jalan Garuda, Kota Makassar, Kamis (17/09/2026).

Aksi ini dilakukan imbas kelangkaan dan antrian panjang Bahan Bakar Minyak (BBM), tabung gas LPG serta energi listrik. Massa aksi menuju ke kantor Pertamina.

Puang Imran selaku wakil koordinator aksi menyampaikan beberapa himbauan kepada para peserta aksi. Ia mengatakan bahwa semua peserta aksi berada di titik kumpul di Jalan Ratulangi selanjutnya menuju ke pertigaan jalan Pajonga Daeng Ngalle sebagai titik kumpul perjuangan.

“Selanjutnya kita akan menuju kantor Pertamina, ke Kantor Wali Kota Makassar dan finish di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Oleh karena itu saya mengajak saudara saudaraku semua bahwa aksi kita ini adalah aksi damai untuk menyuarakan suara rakyat atas kelangkaan BBM, tabung LPG dan energi. Saya mewakili koordinator lapangan aksi meminta teman-teman agar aksi tetap kondusif, tertib, tidak mudah terprovokasi serta tidak menganggu arus lalu lintas,” kata Puang Imran.

Sementara itu, Ketua Exco Partai Buruh Sulawesi Selatan Akhmad Riyanto S.H. mengatakan bahwa Partai Buruh harus hadir dalam persoalan kelangkaan BBM bukan hanya sebagai pihak yang melakukan kritik, tetapi juga sebagai kekuatan politik yang menawarkan solusi konkret.

Partai Buruh mendorong beberapa hal seperti :
1. Keterbukaan informasi mengenai kondisi pasokan BBM.
2. Penjelasan Pertamina mengenai pengurangan atau pembatasan distribusi BBM.
3. Kejelasan pemerintah mengenai langkah yang dilakukan untuk mengatasi antrean.
4. Solusi yang tidak bersifat pragmatis dan tidak semata-mata membebankan dampak kepada masyarakat.
5. Pemerintah daerah harus berani menyampaikan kepentingan masyarakat kepada pemerintah pusat.
6. Penyelesaian persoalan energi dengan memperhatikan kepentingan masyarakat dan daerah.
7. Penguatan konsolidasi gerakan rakyat agar tidak berhenti pada aksi-aksi sporadis.
8. Partai Buruh tetap berada di garis perjuangan bersama masyarakat.

“Saya menyimpulkan bahwa persoalan kelangkaan dan pembatasan BBM tidak hanya berkaitan dengan antrian di SPBU, tetapi juga menyangkut transparansi pemerintah, kepastian distribusi energi, serta keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Akhmad Riyanto.

Partai Buruh diharapkan hadir sebagai kekuatan politik yang mampu membaca situasi, mengorganisir gerakan, mendorong keterbukaan informasi dari pemerintah dan Pertamina, serta menawarkan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Situasi ini menjadi penyampaian sikap politik Partai Buruh Sulawesi Selatan.

Setelah beberapa perwakilan serikat dan mahasiswa orasi akhirnya pihak Pertamina PT Pertamina langsung menerima para peserta aksi dan melakukan dialog.

Humas PT kantor Pertamina Regional Makassar yang menerima peserta aksi untuk aspirasi. Ia juga menyerahkan beberapa data ketersediaan BBM untuk Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa kebijakan ganjil-genap untuk mengurai antrian panjang pembelian BBM di Sulawesi Selatan itu merupakan kebijakan Pemerintah Sulawesi Selatan, bukan dari kantor Pertamina.

Menurut pihak Humas, Kantor Pertamina hanya operator dan BPH Migas adalah regulator sehingga Kepala Daerah lah yang menentukan penambahan kuota BBM dan Gas.

Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dan pihak pengamanan Pertamina akan tetapi aksi kali ini berlangsung tertib. Massa aksi pun melanjutkan ke titik aksi selanjutnya menuju Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Massa kemudian diterima perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan melalui Pejabat dari Kesbangpol Gubernur Sulawesi Selatan dan Satpol PP Sulawesi Selatan. Aksi Partai Buruh dan Aliansi dari Serikat Pekerja maupun Mahasiswa berlangsung tertib dan berakhir pada pukul 17.00 WITA. (Abdillah)