Yasin Nur Samudra: Ibarat Ibu, FSPMI Akan Tetap Melahirkan Kader

Medan, KPonline – “Bagaimana pun jadinya, layaknya seorang ibu, FSPMI akan terus melahirkan kader-kader terbaiknya,” begitu ucap Yasin Nur Samudra dalam Deseminasi dan konsolidasi keluarga besar FSPMI SUMUT.

Yasin merupakan Bidang pengembangan Wilayah DPP FSPMI yang kali ini menjadi bagian dari tim Deseminasi dan Konsolidasi yang berkunjung mengelilingi basis-basis FSPMI ke Seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

Di Sumatera Utara, Yasin yang terus mengibarkan pengembangan FSPMI ke seluruh Indonesia ini memberi materi motivasi tentang menggejolakan untuk terus melahirkan kader-kader terbaik FSPMI.

“Terus lakukan konsolidasi, sosialisasi tentang pentingnya berserikat. Teruslah mendidik dan melahirkan kader-kader terbaik untuk FSPMI untuk mensejahterakan kehidupan buruh. Jangan fikirkan tentang bagaimana nanti perilaku kader yang terlahir. Bagai seorang ibu yang terus melahirkan, FSPMI juga akan terus melahirkan kader-kader terbaik. Pasti akan lahirlah kader yang benar-benar berjuang memperjuangkan kehidupan kaum buruh,” urainya.

Yasin juga menambahkan tentang di balik pemecahan persatuan kaum pekerja dan gerakan buruh.

“Eratkan saja. Saya melihat memang setiap kali setiap kita (FSPMI) mendekati kongres selalu ada oknum yang terus menebarkan isu yang ingin memecah kita, itu memang sudah saya pantau. Kita hanya perlu menjaga kekuatan kita agar terus kompak dan tidak merisaukan su-isu tersebut. Mungkin hari ini ataupun besok-besok, kawan-kawan akan menemui hal itu disini. Semua daerah pasti merasakan itu. Tetapi Cukuplah kita jaga kekompakan, membangun kesadaran-kesadaran kita sebagai kelas pekerja,” pungkasnya.

Lelaki bersahaja itu juga terkejut melihat FSPMI Sumut yang sangat antusias dengan gelaran hari ini.

“Saya terkejut, terharu. Kita hanya mengundang perwakilan sebanyak 30 orang tetapi yang hadir sampai 60an lebih. Tapi mendengan dari cerita kawan-kawan, bahwa memang ini sebagai bukti bahwa kawan-kawan Sumatera Utara sudah sangat rindu akan hal-hal seperti ini. Terus dan tingkatkan terus kawan, kita harus tetap terus melahirkan gen perlawanan untuk mensejahterakan kehidupan buruh. Terimakasih kawan-kawan,” haru Yasin lelaki bersahaja itu menutup pemaparannya.

Pos terkait