Wisata Curug Parigi Kotor dan Bau, KBR Lakukan Investigasi

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Senin pagi (20/07/2020) dikabarkan Walikota Bekasi mendatangi Curug Parigi bersama Wakil Walikota beserta beberapa orang stafnya. Kedatangan Pemerintah Kota Bekasi ini sangat berkaitan setelah viral di sosial media tentang kondisi Curug Parigi yang kotor dan beraroma tidak sedap.

Sehari sebelumnya, Ahad (19/07/2020), organisasi pemerhati lingkungan Kawali Bekasi Raya (KBR) melakukan investigasi berdasarkan pengaduan dari warga sekitar. Dengan mengambil sampel air untuk uji lab juga dilakukan dokumentasi kondisi air yang hitam pekat berbau dan terdapat ikan-ikan yang mati mengambang dan membusuk.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan yang sama ditampilkan teaterikal seorang seniman yang membaca puisi di antara bebatuan tempat terbentuknya Curug/air terjun. Dengan penjiwaan dan terhanyut dalam emosional disertai situasi alami menampakkan busa yang mengumpul dari air yang mengandung busa sabun bertebaran oleh udara yang tiba-tiba kencang membuat pengunjung berlarian ketakutan karena khawatir dari kandungan airnya yang kotor.

Curug Parigi yang diharapkan bisa menjadi destinasi wisata bagi warga yang sebagian besar pekerja di kota Bekasi dan diharapkan menjadi sumber penggerak ekonomi warga sekitar. Namun dengan kondisi seperti sekarang membuat pengunjung kecewa.

“Nyesel datang ke sini dari jauh. Udah airnya hitam terus bau kotoran,” ujar seorang pengunjung sambil berlalu.

Lain lagi yang diutarakan seorang kakek warga asli di sekitar Curug. Dulu Curug tersebut airnya bisa untuk dikonsumsi tapi sekarang harus membuat sumur sendiri tapi airnya masih keruh. Untuk keperluan minum harus beli air.

Ketua Kawali Bekasi Raya, Yopi Oktavianto mengungkapkan, “Curug Parigi yang berada diwilayah Kelurahan Cikiwul, Kota Bekasi, mengeluarkan busa yang melimpah ruah dan bau yang tidak sedap, busa ini diduga akibat pencemaran dari buangan limbah industri yang dialirkan ke Kali Bekasi. Tentunya kami berharap kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk juga berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Bogor agar dapat bertindak keras kepada perusahaan yang membuang limbah tersebut.

“Mengingat sungai yang melintasi Curug Parigi ini digunakan sebagai bahan baku air PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi, hal tersebut tentunya akan mengalami penurunan kualitas air baku,di tambah saat ini terjadi pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun (B3),” tutup Yopi.

Pos terkait