Windi, Meski Kakinya Patah Mahasiswi ini Selamat dari Bencana Longsor di Brebes

  • Whatsapp

Bogor, KPonline – Windi Yuliani, salah seorang korban bencana alam yang sempat menghilang beberapa hari. Termasuk dalam daftar orang hilang, Windi akhirnya ditemukan dalam keadaan pingsan dan hampir tidak tertolong nyawanya. Sulung dari 3 bersaudara ini akhirnya ditemukan oleh tim penyelamat gabungan antara BPBD Kabupaten Brebes, TNI, Polri dan warga masyarakat sekitar yang turut serta dalam pencarian orang hilang akibat bencana longsor dan banjir pada waktu lalu.

Baca Juga : Usia 11 Tahun Media Perdjoeangan, Liputan Langsung Dari Lokasi Banjir Brebes

Gadis kelahiran Desa Bentar pada 12 Juli 1997 ini, merupakan salah satu mahasiswi Universitas Djendral Soedirman Brebes. Saat ini Windi sedang menempuh semester 6 jurusan pertanian di universitas tersebut. Dan kejadian luar biasa ini merupakan kesedihan yang cukup mendalam bagi Windi pribadi dan keluarga besarnya. Dengan ditemukannya Windi, merupakan keajaiban bagi dirinya. Bagaimana tidak, Windi ditemukan dalam keadaan pingsan dan hampir tidak dapat ditolong.

Rombongan FSPMI memberikan donasi kepada Windi sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian kemanusiaan sebagai sesama manusia

Kedua kakinya patah akibat tertimpa sebuah batang pohon pinus yang tumbang akibat diterjang longsor dan hujan badai. Tidak hanya sampai disitu saja, paru-parunya pun mendapatkan sakit yang cukup serius, sehingga Windi harus dirawat disalah satu rumah sakit terkemuka di Brebes.

Anak dari pasangan suami istri Eman Kartono dan Tarminah ini, pada saat kejadian bencana longsor, sedang dalam perjalanan menuju Kantor Samsat Kabupaten Brebes. Dengan menumpang ojek Pak Anto, Windi menyusuri jalan utama Desa Bentar dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua. Ditengah perjalanan sekita pukul 08:00 WIB, tiba-tiba saja dari arah tebing yang menjulang, material tanah dan potongan-potongan pohon dan ranting serta batu-batu besar dan kecil menerjang kendaraan bermotor roda dua yang sedang mereka tumpangi.

Pak Anto selamat karena sempat melompat, tapi malang bagi Windi, dia tertimbun jutaan kubik material tanah dan batu yang longsor. 2 hari pencarian akhirnya membuahkan hasil, Windi ditemukan dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Kedua orang tua dan sanak saudara bersuka cita atas ditemukannya Windi.

Pada 11 Maret 2018, rombongan penyaluran donasi kemanusiaan dari FSPMI Bogor, Garda Metal Bogor, Relawan Jamkeswatch Bogor menyempatkan diri untuk melihat langsung keadaan Windi. Rombongan memberikan donasi kepada Windi sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian kemanusiaan sebagai sesama manusia. (Aden Artha Jaya/ Photo : Setiawansyah)