Upaya Menjaga Kedamaian

  • Whatsapp
Menjaga taman agar tidak terinjak-injak oleh massa. (Foto: Kahar)

Jakarta, KPonline – Meski akhirnya sempat terjadi ricuh, sebenarnya ada upaya sungguh-sungguh dari massa untuk menjaga agar aksi tetap berjalan damai.

Ini terlihat ketika ada provokasi. Dimana Sejumlah orang dengan pakaian yang berbeda dengan massa aksinya pada umumnya, mulai melempari petugas dengan batu dan botol bekas.

Bacaan Lainnya

Melihat kondisi seperti ini, laskar Front Pembela Islam (FPI) memasang pagar betis dan memberikan perlindungan kepada para polisi. Mereka meminta massa untuk tetap tenang dan tidak bertindak anarkis.

Entah memiliki agenda apa, kelompok ini terus melakukan provokasi. Dorong-dorongan dan pemukulan barikade polisi dengan kayu pun terjadi di ruas jalan yang berbeda. Barikade yang dibuat FPI akhirnya jebol.

Apa yang dilakukan FPI dengan melindungi Polisi dari serangan, mendapat pujian dari banyak orang. Ini membuktikan jika ada kesungguhan dari massa, untuk menjaga agar aksi tetap berjalan damai.

Bahkan ketika kericuhan terjadi, netizen bernama Aep Risnandar mengupload foto salah satu peserta aksi sedang membantu seorang polisi yang cedera akibat bentrok dengan massa aksi dan terkena gas airmata.  “Dia juga saudara kita, mas…” katanya memberikan alasan.

Sebelumnya, aksi simpatik juga diperlihatkan oleh massa aksi yang lain.

Mereka melindungi taman-taman di sepanjang jalan. Bahkan dipasangi dengan spanduk, bertuliskan “Jadikan taman ini saksi atas damainya aksi.”

Ketika ada seseorang menginjak rumput, dengan segera diingatkan. Mereka tidak ingin aksi ini ternoda, sedikit pun.

Tidak hanya itu. Banyak peserta aksi yang menjadi relawan untuk membersihkan sampah yang berserakan di jalan.

Tampak ratusan perempuan berhijab berbaris rapi, tiba-tiba mereka menunduk dengan serempak. Di tangannya ada sapu dan sekop sampah. Dengan sekali aba-aba, mereka membersihkan sekitarnya. Urusan kebersihan bukan hanya tanggungjawab perempuan, tidak sedikit relawan kebersihan yang berjenis kelamin laki-laki.

Tidak sekedar berunjukrasa, mereka juga mempertontonkan bagaimana nilai-nilai kemanusiaan bisa dipraktekkan.(*)

Pos terkait