Kronologis Rusuh Demo 4 November, Polisi: Pelaku Rusuh Pakaiannya Beda Dengan Peserta Aksi Damai

  • Whatsapp
Ada provokasi dari mereka yang tak menghendaki aksi berlangsung damai.

Jakarta, KPonline – Kadiv Humas Polri, Brigjen Polisi Boy Rafli Amar, membeberkan kronologis kerusuhan saat aksi unjukrasa Jumat (4/11/2016) di Jakarta. Boy menjelaskan, kerusuhan dipicu ulah anarkis beberapa oknum yang diduga kuat sebagai provokator.

“Pukul 19.30, sudah dimulai dilakukan upaya pembubaran, dengan gas air mata. Jadi tidak ada tembakan senjata api,” terangnya. Menurut Boy, tembakan gas air mata ini kemudian mendapat perlawanan.

Bacaan Lainnya

Boy pun menyayangkan, kemudian terjadi aksi anarkis yang tidak diharapkan. “Yang tidak diharapkan adalah terjadinya aksi anarkis. Ada sekitar 21 kendaraan yang dirusak. Tiga diantaraya dibakar,” tambah perwira Polri bintang dua ini.  Selain itu, ada delapan Anggota TNI dan Polri yang terluka. Hingga saat ini, ada 160 yang dirawat karena gas air mata. Dari anggota kepolisian ada 79 anggota. Sedangkan dari TNI, ada 5 personel dan 1 petugas damkar.

Atas tindakan anarkis tersebut, polisi kemudian mengamankan beberapa orang oknum yang diduga sebagai provokator.

“Ada saat ini yang masih diperiksa diduga provokator. Ada yang berumur 16, 38 dan 17. Diantaranya ada yang pendatang, seperti dari NTB,” sambung Boy.

“Kami lihat ada kelompok yang ingin damai. Tapi ada juga yang memang menghendaki rusuh. Pelaku rusuh itu memakai baju yang tidak sama dengan kelompok yang aksi damai. Bahkan bersenjata seperti bambu runcing,” lanjutnya.

Karena mereka mengenakan baju yang berbeda, kuat dugaan bahwa para provokator ini bukan berasal dari massa aksi. Hal ini, karena, jika kita mencermati video rekaman langsung yang diunggah massa aksi, terdengar jelas jika massa diminta tenang. Dalam video itu, sebagian besar massa di barisan depan juga tengah duduk di jalan. Tetapi sesaat kemudian, tembakan aparat melesat ke tengah kerumunan, suara letusan menyulut takbir, lalu gas air mata membubung. Beberapa orang, termasuk para ulama, terluka dan amarah massa tak bisa diredam lagi.

Ricuh pecah diujung takbir. Mereka tak terima diperlakukan sedemikian rupa.

Berikut detik-detik kerusuhan demo 4 November, versi polisi:

18.00 WIB – 19.00 WIB

Pendemo mulai membubarkan diri, namun masih ada yang ingin menyampaikan aspirasi di depan Istana. Polisi memberi kesempatan kepada perwakilan untuk menyampaikan secara tertib. Selain itu, polisi juga memberi kesempatan pendemo salat magrib berjamaah di lokasi unjuk rasa. Para penyerang ini, disebut Boy, berpakaian berbeda dengan para peserta aksi damai.

19.00 WIB – 19.30 WIB

Polisi masih mencoba menahan para pendemo. Pukul 19.30 WIB, polisi memutuskan membubarkan massa. Gas air mata ditembakkan. Ada yang mundur, ada yang melawan. Kerusuhan pun pecah. Akibat dari kerusuhan ini, ada 160 pendemo yang sempat dirawat di RS Budi Kemuliaan karena terkena gas air mata. Sementara ada 79 polisi yang luka ringan. Di RSPAD ada 2 polisi, 5 TNI, dan 1 orang petugas damkar yang dirawat. (*)

Pos terkait