Upah 2023 Mulai di Bahas hari ini, Hasilnya Akan di Umumkan 21 November

Salah seorang Buruh di Batam membawa poster berisi permintaan Upah 2023 Naik 13 Persen -Koranperdjoeangan - Photo : Dion

Jakarta,KPonline – Besaran angka upah minimum provinsi atau UMP 2023 bakal dibahas mulai 7 November 2022. Hal itu menyusul data pelengkap dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional Adi Mahfudz Wuhadji mengungkapkan, data itu termasuk besaran inflasi dan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selanjutnya, data dari BPS akan masuk dalam formulasi untuk menentukan besaran angka upah minimum 2023.

Bacaan Lainnya

“BPS itu terakhir (setor data) tanggal 7 November, jadi terakhir tanggal 7 November dalam rangka untuk dimasukkan dalam formulasi tersebut sesuai dengan PP 36/2021 tentang Pengupahan itu,” katanya Minggu (6/11/2022).

Adi mengamini, kalau pembahasan angka upah minimum provinsi (UMP) 2023 dibahas mulai 7 November . Kemudian, hasil pembahasan ini akan diumumkan pada 21 November 2022 untuk upah tingkap provinsi.

Sementara, besaran upah minimum untuk kota dan kabupaten tahun 2023 akan diumumkan pada 30 November 2022. Hal ini, masuk dalam salah satu rekomendasi dari hasil rapat pleno Dewan Pengupahan Nasional.

“Kemnaker dalam hal ini Ibu Menaker untuk tepat waktu bahwa tanggal 7 November itu data terakhir sudah harus diterima dari BPS. Kedua, (waktu) terakhir penetapan Upah Minimum Provinsi di tanggal 21 November 2022 untuk upah tahun 2023. Penetapan upah minimum kabupaten/kota tanggal 30 November 2022 untuk upah tahun 2023,”

Sebelumnya Partai Buruh yang juga Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan nasib buruh benar-benar apes. Bak pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula. Hampir tiga tahun tak ada kenaikan upah, harus dihadapkan lagi dengan kenaikan harga barang sebagai dampak kenaikan harga BBM sebesar 30 persen.

Buruh kelimpungan untuk memenuhi kebutuhan pokok yakni makanan minuman. Belum lagi ongkos transportasi serta biaya sewa rumah yang semakin mahal. Sehingga, tuntutan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 sebesar 13 persen, cukup realistis.

“Inflansi Januari-Desember diperkirakan 6,5 persen. Ditambah pertumbuhan ekonomi, prediksi Litbang Partai Buruh sebesar 4,9 persen. Jika dijumlahkan, nilainya 11,4 persen. Kami tambahkan faktor alfa untuk daya beli 1,6 persen. Ketemulah angka 13 persen,” ungkapnya.

Pos terkait