Depok, KPonline-Aksi unjuk rasa kembali digelar oleh massa buruh FSPMI di depan PT. Immortal Cosmedika Indonesia pada Selasa, 19 Mei 2026. Dalam aksi tersebut, Pimpinan Cabang (PC) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bogor, Teti Supiati tampil lantang menyampaikan orasi di atas mobil komando terkait berbagai dugaan pelanggaran hak normatif pekerja yang dilakukan oleh manajemen perusahaan.
Dalam orasinya, Teti Supiati menegaskan bahwa perjuangan buruh bukan sekadar menuntut hak pribadi, melainkan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan yang dinilai telah merugikan para pekerja. Ia menyampaikan beberapa tuntutan utama kepada manajemen perusahaan, di antaranya dugaan iuran BPJS pekerja yang tidak dibayarkan, pemberian upah di bawah UMK Kota Depok, hingga dugaan praktik union busting berupa PHK sepihak terhadap pengurus PUK di perusahaan tersebut.
“Kami hadir untuk menuntut keadilan. Hak pekerja adalah kewajiban perusahaan yang harus dipenuhi, bukan diabaikan,” tegas Teti Supiati dalam orasinya.
Aksi yang berlangsung di depan gerbang perusahaan tersebut berjalan dengan penuh semangat dan solidaritas. Massa buruh tampak membawa atribut organisasi, spanduk tuntutan, serta bendera perjuangan sebagai simbol perlawanan terhadap dugaan tindakan semena-mena perusahaan.
Kegiatan unjuk rasa ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai serikat pekerja anggota (SPA) FSPMI. Sejumlah perwakilan SPA dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten turut hadir memberikan solidaritas kepada para pekerja PT Immortal Cosmedika Indonesia. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya persatuan gerakan buruh dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan menolak segala bentuk penindasan terhadap kaum buruh.
Massa aksi buruh FSPMI tersebut pun berharap kepada pemerintah, khususnya instansi ketenagakerjaan terkait, segera turun tangan untuk memeriksa dugaan pelanggaran yang terjadi serta memastikan hak-hak pekerja dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan semangat solidaritas dan perjuangan yang terus menyala, aksi ini menjadi bukti bahwa kaum buruh akan terus bersatu melawan ketidakadilan demi terciptanya hubungan industrial yang adil, manusiawi, dan bermartabat.