Bekasi, KPonline-Suasana hangat namun penuh makna terasa di Warung Gecok, area Ruko Harco Teknik, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, saat Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Automotif, Mesin, dan Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PP SPAMK FSPMI) menggelar rapat rutin yang dirangkai dengan agenda penting, yaitu serah terima jabatan kepemimpinan.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP SPAMK FSPMI, Khairul Bakhri, menjadi momentum strategis bagi keberlanjutan organisasi, sekaligus penanda resmi beralihnya kepemimpinan dari periode 2021-2026 kepada kepengurusan baru periode 2026-2031.
Prosesi serah terima jabatan (sertijab) ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) VII yang telah diselenggarakan pada Februari 2026 lalu. Dalam forum tersebut, ditegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar formalitas, melainkan langkah krusial untuk menjaga kesinambungan gerak organisasi.
“Serah terima ini adalah bentuk tanggung jawab kolektif kita untuk memastikan organisasi tetap berjalan, tetap solid, dan tetap berada di garis perjuangan,” ujar Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga PP SPAMK FSPMI, Wahyu Hidayat.
Menurutnya, ada sejumlah tujuan utama dari pelaksanaan sertijab ini. Pertama, menjamin keberlanjutan organisasi melalui peralihan tanggung jawab yang tertib dan terstruktur. Kedua, memperkuat konsolidasi dan soliditas antar anggota agar tetap kompak menghadapi dinamika perjuangan buruh yang semakin kompleks.
Selain itu, katanya, kepengurusan baru diharapkan mampu membawa semangat serta energi baru dalam memperkuat peran organisasi. Sertijab ini juga menjadi ruang refleksi atas capaian periode sebelumnya sekaligus merumuskan harapan ke depan yang lebih progresif. Tak kalah penting, proses ini memastikan tertib administrasi organisasi, mulai dari aset hingga dokumen strategis.
Dengan rampungnya sertijab, tongkat estafet perjuangan kini sepenuhnya berada di pundak kepengurusan baru di bawah komando Khairul Bakhri. Semangat “satu komando” kembali ditegaskan sebagai prinsip utama dalam menjalankan amanat organisasi ke depan.
Usai prosesi tersebut, agenda dilanjutkan dengan rapat rutin yang membahas program kerja di setiap bidang. Berbagai langkah taktis dan strategis dirumuskan secara matang dengan target yang terukur, terarah, dan efisien, selaras dengan mandat Munas VII.
Salah satu sorotan utama dalam rapat ini adalah dorongan transformasi digital organisasi. PP SPAMK FSPMI menilai bahwa masa depan gerakan serikat pekerja sangat ditentukan oleh kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Dan dalam kesempatan tersebut, Wahyu Hidayat, mempresentasikan pengembangan platform digital melalui portal resmi organisasi. Platform ini dirancang sebagai pusat komando digital yang terintegrasi, mencakup fitur advokasi, katalog, perangkat Working Class Troop, hingga sistem pembaruan data keanggotaan.
“Inisiatif ini bukan sekadar digitalisasi, tetapi transformasi struktural. Anggota tidak lagi menjadi objek pasif, melainkan subjek aktif yang memiliki akses terhadap informasi, advokasi, dan kekuatan kolektif berbasis teknologi,” jelas Wahyu.
Langkah ini menandai perubahan paradigma dalam tubuh organisasi, di mana teknologi menjadi alat perjuangan baru untuk memperkuat posisi tawar buruh di tengah arus industrialisasi yang kian cepat.
Tak hanya itu, rapat juga menghasilkan keputusan penting terkait agenda eksternal organisasi. PP SPAMK FSPMI berencana menggelar seminar nasional bertajuk “Transformasi Industri di Era Disrupsi dan Teknologi: Strategi Litigasi dan Mitigasi untuk Perlindungan Pekerja dan Keadilan Sosial”.
Seminar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6 Mei 2026 di Karawang, dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, lembaga riset, serta Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya organisasi untuk memastikan bahwa transformasi industri yang tengah berlangsung tidak mengabaikan aspek keadilan sosial. SPAMK FSPMI menegaskan bahwa konsep “Just Transition” harus benar-benar diwujudkan, bukan sekadar jargon.
“Jangan sampai transformasi industri justru menjadi tragedi bagi pekerja. Kita ingin memastikan bahwa kemajuan teknologi berjalan beriringan dengan perlindungan dan kesejahteraan buruh,” tegas salah satu peserta rapat.
Melalui rangkaian agenda ini, PP SPAMK FSPMI menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri sebagai organisasi perjuangan. Perpaduan antara konsolidasi internal, inovasi digital, dan penguatan advokasi menjadi strategi utama dalam menjawab tantangan zaman.



