Tim Kerja Obon Tabroni Kembali Dampingi Seorang Guru Yang Mempunyai Bayi Kembar

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Ibu Dewi Sumirah, seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Darul Hikmah Sadang. Saat ini ia tinggal di Kampung Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Tepat pada tanggal 19 November 2019 lalu, Dewi Sumirah, sosok guru ini sempat mengirimkan surat kepada Obon Tabroni, anggota DPR RI Komisi IX.

Berita Lainnya

Dewi yang merasa mempunyai kendala dalam jaminan kesehatan, saat itu juga mengajukannya dengan dibantu langsung oleh tim kerja Obon untuk proses kontrol kandungan dan juga persalinan yang akan dilakukannya, mengingat usia kandungan Dewi tinggal hitungan hari saat menyurati Obon Tabroni.

Saat itu juga tim kerja Obon yang sebelumnya sudah melakukan kunjungan ke rumah ibu Dewi, melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan setempat.

Menurut keterangan salah satu tim kerja Obon menjelaskan, tidak adanya jaminan kesehatan untuk Dewi justru harus jadi pelajaran berharga bagi semua kalangan masyarakat.

“Harus adanya kontribusi pihak pemerintah setempat, apa lagi Dewi seorang guru yang mengabdikan dirinya untuk generasi bangsa.
Semenjak surat itu sampai di meja Obon Tabroni, kami bersama tim bergerak cepat untuk segara mendatangi kediaman guru tersebut,” ungkapnya kepada Media Perdjoeangan, Jum’at (03/01/2020).

Setelah membawa Dewi kontrol di RSUD Kabupaten Bekasi, setelah melihat hasil pemeriksaan, Dewi kembali harus melakukan proses pemeriksaan dengan menggunakan foto mastular dengan dokter spesialis kandungan.

Dari hasil kontrol sebelumnya di Rumah Sakit Mery Cileungsi, Dewi disarankan oleh dokter untuk melakukan pemeriksaan kandungan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dengan dokter spesialis kandungan.

Belum mempunyai jaminan kesehatan ternyata menjadi kendala Dewi untuk memeriksakan kandungan. Berdasarkan keterangan dokter, hasil pemeriksaan menyatakan bahwa ibu Dewi mempunyai bayi kembar.

Lebih lanjut, tim kerja Obon Tabroni menambahkan, butuh proses panjang dalam mendampingi Dewi Sumirah, terlebih lagi ia tidak memiliki jaminan kesehatan.

“Alhamdulillah tepat pukul 15.01 WIB, bayi kembar lahir sehat, dan ibu selamat, menurut saya yang paling penting saat persalinan normal/cesar yang paling utama adalah psikologis ibunya nyaman. Karena jelas itu akan berpengaruh besar terhadap sukses atau tidaknya tindakan operasi, khususnya kondisi bayinya,” tambahnya.

Tim kerja Obon Tabroni pun sebagian berjaga-jaga di luar, khawatir jika bayi kembar yang lahir ada permasalahan medis dan segera membutuhkan pertolongan lanjutan.

Dengan penuh perjuangan seorang ibu bayi pertama pun lahir dengan berat badan 3100 gram, tinggi badan 50 cm, dan bayi kedua dengan berat badan 2300 gram, dan tinggi badan 47 cm. Hingga saat ini bayi kembar tersebut masih berada di Rumah Sakit Kartika Husada, Setu, Bekasi. (Jhole)

Pos terkait