The Real Virus Is Omnibus Not A Covid-19

  • Whatsapp

Surabaya, KPonline – Berkumpul di depan kantor Gubernur Jawa Timur, ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi GETOL serempak menuntut kepada pemerintah agar menghentikan seluruh pembahasan cluster Omnibus Law yang ada di DPR RI saat ini.

Meski di tengah kondisi pandemi seperti saat ini (Kamis, 16/07/2020), tampaknya tak membuat ratusan massa aksi yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur tersebut gentar dan takut.

Bacaan Lainnya

Menurut salah satu peserta aksi, yang merupakan anggota organisasi buruh FSPMI di Surabaya, yakni Lukman Aris, meyakini bahwa virus yang sebenarnya terjadi dan lebih berbahaya di negara ini adalah virus Omnibus Law.

“Real virus in this country is Omnibus Law, not a Covid-19, sebab efek jangka panjangnya lebih berbahaya ketimbang Corona, karena bisa memiskinkan kami para buruh.” Jelas Lukman.

Pernyataan Lukman, tentunya sangatlah beralasan jika melihat konsep materi Omnibus Law cluster ketenagakerjaan yakni RUU Cipta Kerja yang saat ini tengah di bahas di DPR RI.

Beberapa pasal di sinyalir akan mereduksi hak-hak yang telah di terima buruh/pekerja pada saat ini, seperti pesangon yang akan berkurang bahkan bisa hilang, status karyawan tetap tidak akan ada lagi, pemagangan berkepanjangan di sahkan, hak cuti banyak yang di hilangkan, jam kerja di tambah, dan masih banyak yang lainnya.

Aksi penolakan Omnibus Law yang berlangsung saat ini di Surabaya, di ketahui juga terjadi di berbagai wilayah di Indonesia dengan isu yang sama, seperti Makasar dan wilayah yang lainnya.

(Bobby – Surabaya)

Pos terkait