Terbakarnya Truk Tangki Pertamina

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Lebaran tahun ini, Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina masih melakukan mogok kerja. Awalnya, pemogokan akan diakhiri pada tanggal 26 Juni 2017. Tetapi karena tuntutan mereka belum juga dipenuhi, pemogokan dilanjutkan hingga 10 hari kedepan. Hingga tanggal 6 Juli 2017.

Saat pemogokan berlangsung, sebuah kabar duka datang. Truk tangki bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dilaporkan terbakar tepat disamping SPBU Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan pada Minggu (25/6/2017) sore.

Bacaan Lainnya

Akibat terbakarnya truk tangki ini, dua motor dan satu unit warung terbakar serta satu orang mengalami luka luka.

Truk tangki BBM berkapasitas 16000 liter melaju dari arah Bandar Lampung menuju Bakauheni dengan kecepatan sedang. Tiba tiba muncul kendaraan keluar dari SPBU Kates menuju Bakauheni.

Untuk menghindari tabrakan, sopir tangki BBM banting setir arah kanan. Namun karena tak terkendali, truk menabrak papan reklame SPBU dan tiang listrik kemudian terguling.

Akibat terkena percikan api dari kabel listrik yang terputus sehingga menyambar tangki BBM jenis Pertalite dan langsung terbakar.

Tanggapan Aktivis Buruh

Menanggapi terbakarnya truk tangki pertamina, seorang aktivis buruh Khamid Istakhori menulis di akun facebook pribadinya. Dia menduga, sopir yang mengalami kecelakaan adalah buruh outsourcing AMT Pertamina. Selain itu, ada juga kemungkinan, dia sopir pengganti yang direkrut Pertamina untuk mengganti AMT yang mogok.

Dia bukan anggota serikat dan tidak ikut mogok kerja. Dia bekerja lebih dari 12 jam.

“Saya tahu, kawan2 AMT jengkel (terlihat dari berbagai respon di facebook). Saya mengajak kawan2 AMT (meski dengan kejengkelan tingkat dewa) untuk tetap menunjukkan simpati dan solidaritasnya. Ini jauh lebih baik ketimbang menghujat. Apapun alasannya, korban adalah juga buruh. Bahwa dia belum sadar dan belum bersama kita, inilah kesempatan untuk menunjukkan kepedulian kita dan mengajak mereka bergabung,” katanya.

KPBI sebagai induk organisasi AMT Pertamina beberapa kali menyerukan, bahwa mogok kerja ini pertaruhannya nyawa!

“Kami berjuang memperbaiki kondisi kerja agar tidak tewas di jalanan. Jam kerja panjang tanpa upah lembur banyak memakan tumbal,” sebutnya.

Dicontohkan, ada beberapa pekerja yang justru di PHK karena kecelakaan kerja. Muhali, Bekerja 40 tahun, di-PHK tanpa pesangon karena terjatuh saat bekerja. Komarudin, di-PHK karena kecelakaan. Terpaksa bekerja kembali demi nafkah dan akibatnya kaki retak. Korban PHK massal. Tidak ada kompensasi apapun dari perusahaan, tidak ada BPJS.

Pertamina menciptakan sistem performasi dengan insenfit Rp 200 per kilometer. Sebagian besar AMT juga bekerja lebih 12 jam dan sering mengalami kecelakaan. Di depot Plumpang saja, empat AMT tewas terbakar pada Desember 2015 dan Februari 2016.

Terjadinya kecelakaan ini sudah diprediksi sebelumnya oleh Budi Wardoyo. Dia menulis, bahwa mengorbankan Awak Mobil Tanki yang sudah belasan tahun bekerja (dengan cara di PHK–lalu mencoba merekrut AMT baru secara kilat), mengorbakan konsumen di SPBU yang dianggap kurang menguntungkan (dengan mengalihkan pasokan ke SPBU yang dianggap strategi selama arus mudik); bukanlah solusi yang efektif.

Selain AMT baru yang direkrut tidak mencukupi kebutuhan armada yang harus beroperasi, juga masih harus menyesuaikan diri dengan rute perjalanan, lokasi-lokasi SPBU dan bahkan bagi supir yang tak punya pengalaman mengemudikan mobil tanki, sangat rentan mengalami kecelakaan kerja.

Sementara SPBU-SPBU yang kosong, sebenarnya juga menjadi SPBU awal untuk mengisi BBM sebelum berangkat mudik.–beberapa diantaranya juga berada di jalur mudik.

Sekali lagi, kata Budi Wardoyo, solusi sebenarnya adalah PENUHI TUNTUTAN KAWAN-KAWAN.

Baca juga artikel lain terkait AMT Pertamina:

AMT Pertamina Ancam Mogok Kerja, Ini Tuntutannya

Surat Dukungan Untuk Awak Mobil Tangki Pertamina Patra Niaga

4 Hari Mogok, Ini Seruan AMT Pertamina Kepada Jokowi

Pantang Menyerah, Pemogokan Awak Mobil Pertamina Diperpanjang

Dukungan KSPI Terhadap AMT Pertamina yang Mogok Kerja

Terbakarnya Truk Tangki Pertamina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *