Tak Menunggu Terlalu Lama, Pasca Kongres FSP ISI Jalankan Program Kerja

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Pasca Kongres V Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (FSP ISI) yang berlangsung di Padang pada tanggal 18 – 19 Juli 2018 lalu, Dewan Pimpinan Nasional FSP ISI langsung bergerak melakukan kegiatan secara paralel. Diantaranya adalah dengan melakukan rapat koordinasi untuk membedah Program Kerja dan Rekomendasi hasil Kongres V menjadi action plan 2018 – 2019.

Rapat Koordinasi dilaksanakan di Training Center FSPMI Cisarua Bogor dari tanggal 2 – 3 Agustus 2018. Adapun skala prioritas action plan diantaranya memberikan pemdampingan dan konsultasi kepada anggota federasi yang belum memiliki PKB, pendampingan Serikat Pekerja Lafarge Holcim Indonesia (SP LHI) terkait divestasi perusahaan, pencatatan ulang federasi, peningkatan kemampuan anggota dalam berunding dan berorganisasi.

Bacaan Lainnya

Selain itu, FSP ISI yang di tingkat masional berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) serta IndustriALL Global Union di level internasional ini, berencana melakukan audiensi dengan Presiden Republik Indonesia terkait kondisi industri semen Indonesia yang cenderung turun dengan oversuplly-nya produk semen sebesar 40 juta ton, yang secara tidak langsung akan berdampak kepada kesejahteraan pekerja.

Selain rapat koordinasi, DPN FSP ISI pun melakukan audiensi dengan Assosiasi Industri Semen (ASI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan Anggota DPR-RI Komisi VI. Mereka menyambut baik rencana DPN FSP-ISI untuk ikut serta dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif di industri persemanan Indonesia serta mengembalikan kejayaan Industri Semen untuk pembangunan Indonesia.

Dalam audiensi dengan anggota DPR-RI, beliau meminta kepada DPN FSP ISI untuk melayangkan surat ke Komisi VI DPR-RI yang selanjutnya akan di bahas dalam sidang Komisi.

Selain itu DPN FSP ISI meminta kepada pemerintah untuk dapat melakukan pengadaan dan harga khusus terkait batu bara yang merupakan elemen penting dalam industri semen.

Pos terkait