Tak Juga Diliburkan, Adilkah Social Distancing Bagi Buruh?

  • Whatsapp

Bandung, KPonline – Opsi merumahkan dianggap menjadi kendala bagi dunia industri. Sebab, pekerjaan industri tidak mungkin harus membawa mesin pabrik ke rumah karyawan untuk kemudian dikerjakan di rumah.

Sementara bila harus diliburkan adalah hal yang tidak mungkin dilakukan karena roda ekonomi perusahaan harus tetap berjalan. Adilkah sosial distancing bagi kaum buruh?

Buruh tetap bekerja walau bukan kaum kebal corona atau covid-19 atau apalah yang menurut semua orang sangat menyeramkan. Terus dimana keadilan itu? Ketika yang lain WFH ( Work From Home ).

Bahkan ketika buruh mengajukan untuk sekedar meminimalisir penyebaran virus Covid – 19 dengan mengajukan libur bekerja selama masa pandemi ini seolah hal itu menjadi buah simalakama.

Berbagai ketakutan pun muncul, saat buruh diliburkan, Tunjangan Hari Raya (THR) terancam hilang ataupun mungkin dicicil dan celakanya hal itu diamini oleh Ibu Mentri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.

Ketika buruh ingin diam di rumah untuk memutus penyebaran covid-19, pengusaha enggan melakukannya dengan dalih bermacam-macam dan akhirnya buruh tetap harus bekerja.

Buruh dianggap kebal akan virus dan tetap harus bekerja, tidak ada tempat mengadu ketika semuanya bungkam.

Jangankan mengadu tentang keadilan, ini tentang hak-hak normatif saja, masih banyak yang belum terealisasi.

Adilkah Sosial Distancing buat kaum buruh? Tidak, karena buruh juga mempunyai hak yang sama yaitu hak untuk sehat. (Inces)