Serikat Pekerja FSPMI PT PARIN: Bukti Nyata Perjuangan Buruh Tak Hanya Soal Upah, 100 Persen Putra-Putri Anggota Lolos Sekolah Negeri

Serikat Pekerja FSPMI PT PARIN: Bukti Nyata Perjuangan Buruh Tak Hanya Soal Upah, 100 Persen Putra-Putri Anggota Lolos Sekolah Negeri

Sidoarjo, KPonline – Selama ini, perjuangan Serikat Pekerja sering kali diidentikkan hanya seputar isu upah dan kesejahteraan di atas kertas. Namun, PUK SPL FSPMI PT PARIN mendobrak stigma tersebut. Mereka membuktikan bahwa Serikat Pekerja juga memiliki taji dan kemampuan nyata dalam mengawal hajat hidup keluarga anggota, termasuk memastikan masa depan pendidikan putra-putri mereka di sekolah negeri.

“Sudah daftar ulang… Terimakasih PUK FSPMI Parin atas kerja keras dan bantuan untuk Afirmasi SPMB… Semoga dimudahkan segala urusan, diberkahi kesehatan, dilimpahkan rezeki… 🤲🏻”
Demikian bunyi pesan singkat yang dikirimkan oleh Nor Hasan, salah satu anggota PUK SPL FSPMI PT PARIN, di grup WhatsApp PUK pada Sabtu pagi (6/6/2026). Pesan penuh rasa syukur itu menjadi penanda keberhasilan dari sebuah perjuangan panjang.

Dalam satu bulan terakhir, jajaran pengurus Serikat Pekerja di PT PARIN memang tengah mencurahkan fokus dan energi mereka untuk mendampingi anggota yang sedang mendaftarkan anak-anaknya masuk ke jenjang SMP Negeri. Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa organisasi hadir sebagai solusi nyata di tengah kecemasan orang tua buruh menghadapi ketatnya seleksi sekolah.

Gerakan pendampingan ini dikomandani langsung oleh Ketua PUK, Narwoko, bersama Sekretaris PUK, Meimun Toha. Sejak awal bergulirnya proses SPMB, mereka telah bergerak cepat mempersiapkan segala kebutuhan administratif, mulai dari Kartu Tanda Anggota (KTA) hingga Surat Rekomendasi resmi yang ditandatangani oleh Konsulat Cabang (KC) FSPMI.

Tahun ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan kali pertama jalur afirmasi khusus anak buruh diterapkan dalam Pendaftaran Sekolah Negeri (SMPN) di Sidoarjo. Untuk sektor Logam (SPL) FSPMI di Sidoarjo, tercatat ada 21 anggota yang mengajukan jalur ini, di mana 9 di antaranya merupakan anggota dari FSPMI PT PARIN.

Tanpa mengenal waktu, bahkan di hari libur pengurus PUK intens melakukan koordinasi vertikal dan horizontal. Mereka bergerak bersama Pimpinan Cabang (PC) SPL FSPMI Sidoarjo, KC FSPMI Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten, Disnaker, hingga Dinas Pendidikan. Pengurus terus memantau, mengingatkan anggota agar tertib administrasi, serta sigap memberikan solusi instan setiap kali ditemukan kendala di lapangan.

Kerja keras yang konsisten itu akhirnya membuahkan hasil manis hari ini. Seluruh usulan dari anggota dinyatakan 100 persen berhasil diterima di SMP Negeri tujuan.

Kabar gembira ini langsung memicu gelombang apresiasi dan kebahagiaan di grup WhatsApp internal organisasi:
“Alhamdulillah sukses 100%. Total 21 dari SPLP FSPMI Sidoarjo diterima di SMP Negeri,” tulis Narwoko penuh rasa bangga.
“Josjis!” sahut Andre singkat namun antusias.
“Alhamdulillah, matur suwun,” timpal Siswoyo mengekspresikan rasa terima kasihnya.

Keberhasilan ini pun langsung memantik harapan baru yang lebih besar bagi masa depan anak buruh. Salah satu anggota, Djoyo Hadi, menuliskan harapannya di grup yang sama: “Semoga kedepannya juga ada afirmasi SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) plus bantuan perusahaan untuk jenjang masuk perguruan tinggi.”

Keberhasilan advokasi jalur afirmasi pendidikan ini menjadi rekam jejak baru bagi FSPMI PT PARIN. Serikat pekerja bukan lagi sekadar mesin negosiasi upah di ruang rapat, melainkan pelindung dan jembatan bagi anak-anak buruh untuk meraih pendidikan yang layak dan berkeadilan.