Seorang Driver Ojol, Harus Bertahan Hidup di Pembaringan

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Nasib naas dialami oleh Nizar (32), seorang Driver Ojek Online (Ojol), yang mesti terkujur kaku di pembaringan hingga sampai saat ini, Selasa (21/7/2020).

Kesehariannya menjadi Driver Ojol sudah tidak bisa lagi dilakukan oleh Nizar. Rumahnya yang beralamat dikampung Tanah Baru RT/RW 0003/001, Desa Harja Mekar, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi kini menjadi perhatian Ojol Bekasi yang peduli akan dirinya.

Bacaan Lainnya

Hampir setiap hari rumah Nizar didatangi kerabat satu profesinya dari Ojol hingga Nizar bisa tersenyum melihat temen dan kerabat datang silih berganti.

Dari bulan November 2019 hingga sekarang pasca melakukan operasi terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM) belum sembuh total.

Bahkan semenjak musim Pandemi (Covid-19) melanda Indonesia, Nizar hanya tiduran terus di rumah orang tuanya.

Belum ada kabar dari RSCM untuk melakukan tindakan operasi selanjutnya. Terpaksa dia menggadaikan sertifikat tanah, dan motor di salah satu bank untuk biaya pengobatan, dan kebutuhan sehari-hari.

Saat dikomfirmasi Koran Perdjoeangan via telepon, Ketua POKJ Cikarang Midun mengungkapkan bahwa Nizar emang benar sudah terbaring cukup lama, dan medis memvonis Nizar terdiagnosa penyakit “autoimune” saat ini.

“Saya ini lagi nunggu kawan Ojol dari luar. Infonya akan datang menjenguk Nizar, kita dari keluarga Ojol sudah bantu galang donasi dana untuknya. Sampai hari ini keadaan jaminan kesehatan (BPJS) Nizar masih nunggak, kemaren sempat mengalami hal yang sama tapi Alhamdulillah sudah dibayarkan,” urainya, pada Selasa (21/07).

Menurutnya, jangankan untuk bayar BPJS makan sehari-hari saja keluarga harus cari kesana kemari.

Belum ada kontribusi aparatur desa setempat kepada Nizar, terpaksa para komunitas Ojol yang ada di Bekasi mengadakan donasi penggalangan dana untuknya.

“Ini rencana setalah saya diskusi dengan tim Jamkeswatch, Nizar akan melakukan pengobatan di Bandung. Karena di sana ada Rumah Singgah yang dikelola oleh tim Jamkeswatch, jadi bisa meringankan beban keluarga Nizar,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Hafiz (Bongol) yang kebetulan bagian dari Jamkeswatch Bekasi yang selama ini berkecimpung diranah kesehatan. Dia mencoba mengedukasi keluarganya supaya Nizar bisa melakukan pengobatan.

“Saya udah bicara kepada keluarganya supaya Nizar bisa melakukan pengobatan biar kembali pulih. Memang benar BPJSnya bulan ini pun belum terbayarkan oleh keluarganya, dan hal ini sudah saya diskusikan dengan tim Jamkeswatch, jika keluarga bersedia kita akan segera ambil langkah untuk segera bawa Nizar ke Bandung,” kilahnya tegas.

Berharap ada aparatur desa setempat, dan instansi terkait yang peduli akan keberadaan Nizar yang selama ini terbaring di kediamannya. Karena disisi lain ada anak, dan istrinya yang harus dinafkahi oleh Nizar dalam keadaan seperti ini. (Jhole)

Pos terkait