Senja Di Langit Ibukota

Jakarta, KPonline -Langit sore diatas Jakarta, nampak mulai kuning kemerah-merahan. Tanda senja mulai menyapa sang malam untuk segera bangun dari mimpinya seharian tadi. Kupandangi indahnya dari balik jendela mobil yang kutumpangi. Kubergumam dalam hati, andai saja ada dirinya disisi saat ini.

Laju kendaraan roda empat mulai tersendat, meskipun sedang melaju diatas jalan bebas hambatan. Berjalan pelan diantara belantara hutan beton, yang kekar dan sangar. Seakan-akan pembangunan berkata dan menepuk dada, “Aku akan terus melaju, menggerus zaman demi zaman dengan roda teknologi. Jangan halau kepongahanku, jangan hambat diriku. Bersiaplah tersingkir, atau menyingkir”.

Disaat yang bersamaan, gundahku menggelayuti alam bawah sadarku. Gundah yang juga dirasakan oleh sesama kaum buruh. Gundah atas upah. Kegalauan belum ditetapkannya UMSK. Kenaikan upah yang rendah, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok yang mulai menggila dan tak terkendali tanpa tali kekang. Dikekang PP 78/2015 dan dilecut pasal-pasal karet. Sakit bukan main rasanya.

Kesejahteraan kaum buruh saat ini, selaksa senja yang mulai terbenam di ufuk barat. Akan kelam digantikan malam, dan akan semakin kelam, temaram lalu padam. Akankah kaum buruh diam? Lalu padam laksana pelita yang temaram ditengah malam? Ataukah jangan diam? Mulai bergerak lalu menghantam, setiap gerak kaum kapital yang menginginkan nasib kaum buruh menghitam?

Kembali sadarku ke kenyataan hidup. Bahwa kenyataan haruslah terus diperjuangkan. Bukan dititipkan atau disandarkan atas nasib seseorang kawan. Hidup memanglah sebuah perjuangan, yang kadangkala tak seperti yang kita inginkan. Hidup memang keras, sekeras baja dan sejahat angin topan yang meluluh lantakan. Tapi hidup haruslah terus berjalan, berputar didalam roda kehidupan atau tenggelam digerus zaman.

Kembali ke balik jendela mobil yang kutumpangi. Senja semakin meredup tanpa ada pelangi yang mendampingi. Dan aku berharap, aku dan organisasi ini akan terus hidup 1000 tahun lagi.

6 Februari 2019
RDW

Facebook Comments