Jakarta, KPonline — Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, FSPMI, genap berusia 18 tahun pada Senin, 27 April 2026. Pilar Organisasi yang menjadi satuan pengamanan, kedisiplinan, dan militansi FSPMI ini lahir pada 27 April 2008.
Selama 18 tahun, Garda Metal hadir di setiap garis depan perjuangan buruh. Mulai dari pengamanan aksi massa, pengawalan mogok kerja, pendampingan kasus PHK, hingga menjaga ketertiban dalam konsolidasi dan kongres organisasi. Garda Metal dikenal dengan loyalitas, keberanian, dan disiplin tinggi dalam menjalankan tugas organisasi.
Presiden FSPMI menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh anggota Garda Metal se-Indonesia. “Di usia ke-18 ini, Garda Metal harus semakin matang. Tetaplah menjadi pilar penjaga marwah organisasi FSPMI. Jaga nama baik, jaga soliditas, dan tetap berdiri di garda terdepan membela anggota,” ujarnya.
Koordinator Nasional Garda Metal Supriyadi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat barisan.
“Kita bukan preman, kita pejuang. Tugas kita mengamankan perjuangan, bukan membuat onar. Pendidikan, latihan, dan ideologi organisasi akan terus kita perkuat,” katanya.
Di berbagai daerah, PUK dan PC FSPMI menggelar syukuran sederhana dan doa bersama untuk memperingati HUT ke-18 Garda Metal. Kegiatan juga diisi dengan refleksi perjuangan dan konsolidasi internal.
Garda Metal lahir dari kebutuhan organisasi akan perangkat yang sigap menjaga agenda-agenda perjuangan. Dengan semboyan “Loyal, Berani, Militan”, Garda Metal telah terlibat dalam ratusan aksi nasional, mulai dari penolakan upah murah, penolakan UU Cipta Kerja, hingga pengawalan May Day setiap tahunnya.
Dirgahayu Garda Metal FSPMI ke-18. Terus kobarkan semangat juang, jaga solidaritas, dan tetaplah menjadi pilar penjaga marwah organisasi FSPMI. (Yanto)