Sampaikan Temuan di Lapangan, Jamkeswatch DKI Gelar Audiensi Bersama BPJS Kesehatan Jakarta Barat

Jakarta, KPonline – Nama Jamkeswatch ternyata sudah dikenal di Jakarta Barat, walau Jamkeswatch DKI Jakarta baru pertama kali silaturahmi ke kantor cabang BPJS Kesehatan Jakarta Barat. Menurut Diah Sofiawati sebagai kepala cabang BPJS Kesehatan Jakarta Barat tak merasa asing dengan nama Jamkeswatch dan langsung respon ketika beberapa hari lalu Jamkeswatch DKI Jakarta ingin bersilaturahmi ke Kacab BPJS Jakarta Barat dan berkirim surat untuk difasilitasi waktu dan tempatnya.

 

Jumat (12/7) sejumlah relawan Jamkeswatch DKI seperti Dariyus, Budi Santoso, Hendra, Ilham, Tomi, Siti dan Endang Widuri hadir bersama beberapa kawan relawan dari Jakarta Barat. Mengelar audensi bertajuk silaturahmi di kantor cabang BPJS Jakarta Barat, dengan tujuan terciptanya hubungan kerjasama untuk bersinergi dalam sama-sama mengawal JKN yang lebih baik.

 

Sementara kepala Kacab BPJS Kesehatan Diah Sofiawati yang didampingi lengkap dengan para stafnya; Desi Mufliatun (kabid KPP Jakarta Barat), Ferdy Ramdan (staff verifikator PMR Jakarta Barat), Lina (staff kepersertaan), Sofyan (staff pemasaran) dan Azis (staff kepatuhan).

 

Mereka membuka diri untuk bisa bersinergi dengan Jamkeswatch.

“Kami sudah mengenal apa dan siapa Jamkeswatch, jika memang Jamkeswatch yang di lapangan ada kendala kami siap bantu.” tutur Diah Sofiawati, membuka pembicaraan.

 

“Sebagai relawan Jamkeswatch yang sering turun di lapangan tentunya ingin sekali bila BPJS kesehatan dan Jamkeswatch bisa bersinergi serta bisa bersama-sama mengawal JKN yang lebih baik, maka kami Jamkeswatch berterimakasih atas respon positif dari Kacab BPJS Kesehatan Jakarta Barat dan mohon maaf baru kali ini kami bisa bersilaturahmi di kantor cabang daerah Jakarta barat. ujar Dariyus menanggapi.

 

“Seperti kita lihat di era 4.0 ini banyak aturan rumah sakit dan regulasi BPJS kesehatan yang terkadang membingungkan dan tidak dibarengi dengan edukasi ke masyarakat tentunya menjadi sangat riskan dan banyak masyarakat yang menyudutkan terhadap BPJS Kesehatan, walau pun aturan yang di buat itu dari  rumah sakit.” tambahnya.

 

“Maka dari itu kami Jamkeswatch mengajak serta menghimbau dan menyampaikan agar BPJS Kesehatan bisa bersinergi untuk sama sama membenahi JKN yang lebih baik untuk peserta BPJS kedepannya.” jelasnya lagi.

 

Di samping itu Darius  juga menyampaikan masih banyak temuan-temuan di lapangan oleh Jamkeswatch sebagai pemantau atau pengawas kesehatan seperti rumah sakit yang nakal, perusahaan bandel tidak mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS.

 

“Hal ini harus segera difolow up dan di tindaklanjuti oleh BPJS Kesehatan, entah tindakannya seperti apa kami minta ada solusi dan tindakan nyata. ungkap Budi Santoso, relawan Jamkeswatch DKI lainnya.

 

Selanjutnya Endang Widuri yang merupakan pembina Jamkeswatch juga menyampaikan tentang peserta PBPU/PPU ini tolong pihak BPJS bertindak yang mana ketika peserta kena PHK ada aturannya 6 bulan itu masih bisa digunakan untuk berobat, namun aktualnya dilapangan tidak ada. Ketika diputus PHK, premi tidak dibayar dan stop kepesertaan. Sehingga tidak bisa digunakan lagi.

 

“Kasus ini berkali-kali dan terjadi terus menerus serta merata se-Indonesia.” ungkap Endang Widuri yang juga merupakan aktivis buruh FSPMI.

 

“Ada perusahaan yang sudah lama memperkerjakan karyawan, tapi karyawannya tidak didaftarkan BPJSnya. Tolong ditanggapi dan ditindaklanjuti, agar pekerja tidak dirugikan oleh kebijakan sepihak pengusaha.” tambah Endang Widuri.

 

 

Lebih lanjut Dariyus menyampaikan, Jamkeswatch DKI disini tidak akan membahas kasus per-kasus. Tapi lebih kepada Kacab BPJS Kesehatan, agar bisa tanggap dan bisa bersinergi dengan Jamkeswatch.

 

“Mari sama-sama kita kawal BPJS ini, agar kedepannya lebih baik lagi dan diterima oleh masyarakat luas.” tambahnya.

 

Menanggapi semua masukan yang disampaikan Jamkeswatch DKI, dengan senang hati Diah Sofiawati mempersilahkan untuk koordinasi dan bersinergi serta bekerja sama.

 

“Kami selaku kacab BPJS Kesehatan di Jakarta Barat merasa terbantu dengan adanya Jamkeswatch DKI. Silahkan laporkan ke kami temuan-temuan di lapangan, agar kami bisa menindaklanjuti dan nanti kami beserta tim akan kroscek ke lapangan.” ujar Diah.

 

“Dan staff kami ontime, silahkan Jamkeswatch apabila mengalami kendala saat pendampingan pasien atau terkendala saat berada di lapangan. Silahkan hubungi dan saling berkoordinasi, kita sama-sama bersinergi untuk mengawal JKN yang lebih baik dan BPJS bisa diterima dengan baik oleh masyarakat luas.” pungkas Diah Sofiawati. (Omp/jim).