Bekasi, KPonline – Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Pimpinan Cabang SPEE FSPMI Bekasi berlangsung di Grande Valore Hotel, Jl. Jababeka Raya No. Kav. A, RW.2, Pasirsari, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (6/6/2026).
Sebagai forum tertinggi PC SPEE FSPMI Bekasi, Muscablub jadi momentum konsolidasi, evaluasi kinerja, sekaligus penentuan arah gerakan serikat pekerja ke depan.
Presiden KSPI Ir. H. Said Iqbal hadir dan memberi sambutan kunci. Ia menekankan bahwa ideologi organisasi adalah kompas perjuangan yang tidak boleh luntur.
“FSPMI menanamkan pemahaman kuat ke anggotanya, kita ini bagian dari kelas buruh. Nasib kita ditentukan oleh cara kita berjuang bersama. Karena itu ideologi perjuangan FSPMI bertumpu pada 3 prinsip utama,” tegas Said Iqbal.
3 Pilar Ideologi Perjuangan FSPMI :
1. Kolektif & Solidaritas, Meyakini nasib buruh hanya bisa diperjuangkan dan diubah lewat persatuan serta gerakan kolektif. “Satu pabrik digusur, semua turun. Itu FSPMI,” ujarnya.
2. Keadilan Sosial & Kesejahteraan, FSPMI akan terus menuntut upah layak, jaminan sosial menyeluruh JKK, JKM, JHT, JP, JKP, dan penghapusan sistem kerja eksploitatif seperti outsourcing seumur hidup & PHK sepihak.
3. Demokratis & Independen, Roda organisasi dijalankan bebas dan mandiri. Aspirasi politik pekerja disalurkan lewat instrumen Partai Buruh untuk memastikan kebijakan pro-pekerja lahir dari parlemen, bukan cuma di jalanan.
Menyinggung dinamika internal pasca Kongres FSPMI, Said Iqbal menyatakan kondisi sudah jauh membaik. “Perpecahan pasca kongres sudah berangsur pulih. Data kami, 80% lebih anggota SPEE FSPMI memilih tetap bersama FSPMI. FSPMI tanpa EE tidak lengkap,” kata Iqbal disambut tepuk tangan peserta.
Pernyataan itu jadi sinyal bahwa mayoritas basis SPEE FSPMI Bekasi tetap solid di bawah payung FSPMI dan KSPI. Muscablub diharapkan mengokohkan kembali struktur, program kerja, dan militansi kader untuk menghadapi tantangan industrial yang semakin pelik. (Yanto)