Tentukan Alur Pelaporan, PP dan PC SPLP Gelar Meeting Koordinasi Organizing Morowali

Tentukan Alur Pelaporan, PP dan PC SPLP Gelar Meeting Koordinasi Organizing Morowali

Jakarta, KPonline – Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PP SPLP FSPMI), Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPLP FSPMI) Morowali dan DPP FSPMI menggelar meeting koordinasi terkait program organizing di Morowali melalui zoom yang dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026.

Meeting koordinasi ini membahas teknis kerja dan konsolidasi tim organising SPLP FSPMI di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah.

Forum memutuskan alur pelaporan SC dimulai dari organiser Morowali ke PP SPLP FSPMI. Selanjutnya laporan tersebut akan diperiksa oleh PP SPLP FSPMI terkait progres dan kelengkapan data, kemudian diteruskan ke DPP FSPMI Bidang Organising.

“Mekanisme ini bertujuan agar PP SPLP FSPMI dapat langsung memantau kinerja organising di Morowali serta mendapatkan update terbaru dari lapangan secara cepat dan akurat.” jelas Panji.

Untuk sementara, tim organising utama tetap dilanjutkan dengan personel yang ada karena belum ada penambahan anggota baru. Susunan tim organising Morowali saat ini adalah Muhammad Ali Fata, Ramadhan, Haryanto, dan Murtarto.

Dalam rapat disepakati Murtarto sebagai koordinator utama sekaligus penanggung jawab progres kerja tim organising di Morowali.

Selanjutnya dalam rapat disepakati untuk rapat mingguan Solidarity Center (SC) yang digelar via Zoom, forum menyepakati Murtarto sebagai peserta yang diutamakan hadir. Meski demikian, seluruh anggota tim organising Morowali tetap diupayakan hadir, termasuk koordinator dari PP.SPLP FSPMI

Saat ini tim koordinasi organising Morowali terdiri dari unsur PP SPLP FSPMI yaitu Yanto, dan unsur PC SPLP FSPMI Morowali yaitu Murtarto, Muhammad Ali Fata, Haryanto, serta Ramadhan Lationo

Meeting koordinasi ini diharapkan memperkuat sistem kerja organising SPLP FSPMI di Morowali, memperjelas alur komando, dan mempercepat respon terhadap dinamika perburuhan di kawasan industri nikel tersebut. (Yanto)