Jember, KPonline – Seorang pengemudi (driver) PT Indomarco Prismatama Jember, Bapak Puspo, yang juga merupakan anggota PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama Jember, mengalami kecelakaan lalu lintas saat menjalankan tugas pada Sabtu sekitar pukul 07.00 WIB.
Peristiwa terjadi di depan Polsek Grujugan, Kabupaten Bondowoso, tepatnya di jalur pengalihan arus lalu lintas akibat Jembatan Mastrip Bondowoso yang mengalami longsor dan hingga saat ini masih dalam proses perbaikan.
Berdasarkan informasi yang diterima, kecelakaan merupakan tabrakan dari belakang antara truk box JBR 054 yang dikemudikan Bapak Puspo dengan sebuah sepeda motor Yamaha NMAX. Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Grujugan, Bondowoso.
Usai kejadian, Bapak Puspo segera melaporkan insiden tersebut melalui WhatsApp Group (WAG) Delivery kepada pihak manajemen PT Indomarco Prismatama Jember. Namun, hingga sekitar pukul 10.45 WIB, pihak manajemen delivery dikabarkan belum hadir di lokasi untuk memberikan pendampingan secara langsung.
Selain menghubungi pihak perusahaan, Bapak Puspo juga menghubungi Konsulat Cabang (KC) FSPMI Jember untuk menyampaikan kondisi yang dialaminya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Ketua Konsulat Cabang (KC) FSPMI Jember, Nofi Cahyo Hariyadi, langsung turun ke lokasi kejadian dan menginstruksikan anggota FSPMI lainnya untuk hadir memberikan pendampingan kepada Bapak Puspo selama proses penanganan pascakecelakaan.
Kehadiran Ketua KC FSPMI Jember bersama para anggota FSPMI merupakan bentuk nyata solidaritas organisasi dalam memberikan dukungan moral serta memastikan anggota yang mengalami musibah tidak menghadapi persoalannya seorang diri.
Ketua KC FSPMI Jember, Nofi Cahyo Hariyadi, menegaskan bahwa pendampingan terhadap anggota merupakan komitmen organisasi yang akan terus dijaga.
“Solidaritas bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan dengan hadir mendampingi anggota yang membutuhkan. Ketika satu anggota mengalami musibah saat bekerja, seluruh anggota FSPMI harus hadir memberikan dukungan dan pendampingan. Itulah makna kebersamaan yang selalu kami jaga di FSPMI,” ujar Nofi Cahyo Hariyadi saat berada di lokasi kejadian.
Ia menambahkan bahwa kehadiran organisasi bukan semata-mata untuk memperjuangkan hak normatif pekerja, tetapi juga memastikan setiap anggota mendapatkan pendampingan ketika menghadapi persoalan di lapangan, termasuk saat mengalami musibah ketika menjalankan pekerjaannya.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa nilai solidaritas di lingkungan FSPMI tidak hanya diwujudkan dalam teori akan tetapi dibuktikan dalam praktek perjuangan dilapangan langsung guna memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga melalui aksi nyata dengan hadir mendampingi anggota yang membutuhkan bantuan.



