Surabaya, KPonline – Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPAI FSPMI) Surabaya, Slamet Raharjo, S.H., mendorong seluruh pimpinan unit kerja yang terpilih melalui Musyawarah Unit Kerja (Musnik) agar benar-benar menjalankan amanah anggota dan garis organisasi.
Pesan tersebut disampaikan Slamet dalam pelaksanaan Musnik II PUK SPAI FSPMI PT Fast Food Indonesia Surabaya yang digelar di Jalan Bulak Rukem Timur I/162, Surabaya, Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara gabungan dengan Musnik V PUK SPAI FSPMI Percetakan Enam Jaya Surabaya Tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Slamet menyampaikan harapannya agar proses Musnik tidak berhenti sebatas pemilihan kepengurusan baru. Menurutnya, terpilihnya pimpinan baru harus diikuti dengan komitmen untuk menjalankan keputusan organisasi yang telah disepakati bersama.
“Semoga dengan terpilihnya pimpinan-pimpinan ini benar-benar menjalankan garis organisasi berdasarkan amanah yang telah disepakati dalam sistem persidangan,” ujar Slamet.
Ia menilai, program kerja, anggaran, maupun rekomendasi yang telah diputuskan dalam Musnik merupakan bagian penting dari arah perjuangan organisasi. Karena itu, seluruh keputusan tersebut harus menjadi pedoman dalam menjalankan kegiatan organisasi sehari-hari.
Slamet mengingatkan agar persoalan pelaksanaan program organisasi tidak hanya dibebankan kepada pimpinan unit kerja. Di sisi lain, anggota juga diharapkan memahami bahwa tuntutan terhadap pimpinan harus berjalan seiring dengan pelaksanaan keputusan organisasi yang telah disepakati bersama.
“Anggota juga tidak bisa terlalu sering menuntut pimpinan unit kerja untuk menjalankan organisasi, sementara di sisi lain program kerja, anggaran maupun rekomendasi yang sudah tertuang dalam keputusan Musnik sering terabaikan dan tidak dijalankan dalam kegiatan sehari-hari,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh peserta Musnik untuk memastikan setiap program kerja, anggaran, dan rekomendasi yang telah ditetapkan benar-benar dilaksanakan.
Apabila terdapat hal-hal yang belum tercantum dalam keputusan persidangan, Slamet mengingatkan agar pembahasannya dilakukan melalui mekanisme organisasi yang berlaku, termasuk melalui rapat rutin (rutinan), sehingga setiap keputusan tetap berada dalam koridor musyawarah bersama.
“Tidak serta-merta memutuskan segala sesuatu di luar keputusan bersama ataupun di luar musyawarah bersama. Semua harus dikembalikan pada mekanisme organisasi,” katanya.
Musnik sebagai Wadah Kedaulatan Anggota
Slamet menegaskan bahwa Musnik memiliki posisi penting dalam kehidupan organisasi serikat pekerja. Forum tersebut menjadi ruang bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menentukan arah organisasi melalui pemilihan pimpinan yang dipercaya menjalankan amanah.
Baginya, Musnik bukan sekadar agenda rutin pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk memperkuat konsolidasi dan memastikan roda organisasi berjalan sesuai keputusan anggota.
“Organisasi ini menjalankan Musnik karena Musnik adalah kekuasaan tertinggi anggota untuk memilih pimpinan-pimpinan yang amanah,” ujarnya.
Ia berharap para pimpinan yang terpilih mampu menjalankan tanggung jawab organisasi dengan penuh keikhlasan, kesadaran, dan ketabahan.
Dengan semangat tersebut, pelaksanaan Musnik II PUK SPAI FSPMI PT Fast Food Indonesia Surabaya dan Musnik V PUK SPAI FSPMI Percetakan Enam Jaya Surabaya diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan komitmen bersama untuk memperkuat organisasi dan menjalankan seluruh keputusan yang telah disepakati anggota.
Bagi Slamet, kuatnya sebuah organisasi bukan hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih menjadi pimpinan, tetapi juga oleh sejauh mana seluruh elemen organisasi mampu menjaga konsistensi dalam menjalankan program kerja, anggaran, rekomendasi, serta keputusan yang lahir dari musyawarah bersama.



