Dibalik Meja Perundingan: Perjuangan Tak Kenal Lelah Serikat Pekerja

Dibalik Meja Perundingan: Perjuangan Tak Kenal Lelah Serikat Pekerja

Mojokerto, KPonline-Jarum jam telah menunjukkan pukul 21.00 WIB lebih saat langkah kaki para pengurus Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Surabaya Autocomp Indonesia akhirnya meninggalkan area kesekretariatan. Hari sudah malam, suasana pabrik dan sekitar kawasan industri telah sunyi, namun bagi mereka, malam itu bukanlah akhir dari hari yang panjang, melainkan sebuah jeda dari tanggung jawab yang harus dilakukan.

Rapat pengurus yang digelar pada Selasa, 22 September 2026 kemarin, berlangsung sepulang kerja hingga hampir larut malam. Dibalik meja sederhana kesekretariatan, mereka duduk bersama bukan nongkrong, tapi untuk rapat yang menjadi rutinitas diluar pekerjaan.

Pada kesempatan tersebut membahas empat poin utama yang menjadi fondasi perjuangan organisasi kedepan:

1. Implementasi Program Kerja (Proker) tiap Bidang yang akam dilakukan dalam waktu dekat, memetakan langkah strategis agar roda organisasi sepanjang periode ini berjalan optimal dan tepat sasaran.

2. Persiapan Pelaksanaan Global Training (GT) season 4 dari Bidang Pendidikan dan Politik yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.

3. Advokasi Anggota, yang membahas langkah-langkah perlindungan hukum bagi hak-hak anggota yang tengah membutuhkan pendampingan.

4. Mengevaluasi sekaligus merumuskan sikap tegas terhadap berbagai isu ketenagakerjaan demi menjaga keharmonisan yang berkeadilan di lingkungan perusahaan.

Menjadi pengurus Serikat Pekerja bukanlah tentang jabatan atau panggung kehormatan. Ini tentang kesiapan mengorbankan waktu istirahat, tenaga, dan yang paling menguras emosi yaitu mengorbankan waktu bersama keluarga tercinta di rumah.

Bagi mereka pulang hingga larut malam adalah biasa. Tanggung jawab moral atas amanah organisasi mengalahkan rasa lelah. Pikirannya terbelah, satu sisi ada tumpukan persoalan buruh yang mendesak untuk diselesaikan, di sisi lain ada bayang-bayang anak dan pasangan di rumah yang sejak tadi menatap pintu, menunggu kepulangan dengan rindu yang tertahan.

Perjuangan buruh memang tidak pernah instan. Ia dibayar dengan keringat di tempat kerja, dan ditebus dengan waktu keluarga di penghujung malam. Semoga perjuangan Serikat Pekerja PUK SPAMK FSPMI PT SAI selalu membuahkan hasil terbaik bagi kesejahteraan seluruh anggota.