Musnik IV FSPMI PT Osha Asia Tetapkan Susunan Pengurus Periode 2026–2030, Perkuat Solidaritas Dan Perjuangan Buruh

Musnik IV FSPMI PT Osha Asia Tetapkan Susunan Pengurus Periode 2026–2030, Perkuat Solidaritas Dan Perjuangan Buruh

Bogor, KPonline-Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) IV Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan (SPLP) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Osha Asia menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi dan penguatan perjuangan kaum buruh di lingkungan perusahaan.

Melalui forum musyawarah tersebut, PUK SPLP FSPMI PT Osha Asia menetapkan susunan kepengurusan untuk periode 2026–2030. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu membawa organisasi semakin solid, progresif, dan konsisten dalam memperjuangkan hak serta kepentingan seluruh anggota.

MUSNIK IV yang mengusung semangat persatuan dan solidaritas ini menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah perjuangan untuk lima tahun ke depan.

Dalam organisasi serikat pekerja, pergantian dan pembentukan kepengurusan bukan sekadar proses regenerasi jabatan. Lebih dari itu, ini merupakan bentuk keberlanjutan perjuangan yang membutuhkan komitmen, keberanian, dan tanggung jawab bersama.

Berdasarkan susunan kepengurusan yang ditetapkan, Rano Fermana dipercaya sebagai Ketua PUK SPLP FSPMI PT Osha Asia periode 2026–2030.

Untuk memperkuat roda organisasi, posisi Wakil Ketua I hingga V dipercayakan kepada Supriyadi, Adi Aristiawan, Mintra, Ulan Supriyatna, dan Lati Nurlaeni.

Sementara itu, posisi Sekretaris dijabat oleh Supriadi, dengan dukungan Wakil Sekretaris I hingga V, yakni Abdul Rohim, Yudi Pirmansyah, Abdul Qodir, Muhammad Dahlan, dan Aina Yulia Rohmah.

Adapun posisi Bendahara dipercayakan kepada Edi Saputra, didampingi Wakil Bendahara I Mista dan Wakil Bendahara II Asep Supriyanto.

Dengan komposisi kepengurusan tersebut, organisasi diharapkan memiliki kekuatan kolektif dalam menjalankan fungsi organisasi, mulai dari konsolidasi anggota, pendidikan dan kaderisasi, penguatan advokasi, hingga perjuangan perbaikan kesejahteraan pekerja.

Tantangan hubungan industrial ke depan tentu tidak semakin ringan. Persoalan upah, kepastian kerja, perlindungan hak normatif, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta berbagai persoalan ketenagakerjaan lainnya membutuhkan organisasi yang kuat dan kepengurusan yang benar-benar hadir di tengah anggota.

Karena itu, kepengurusan baru dituntut tidak hanya aktif dalam struktur, tetapi juga mampu membangun komunikasi, mendengar aspirasi, serta berdiri di garis depan ketika hak-hak pekerja dipertaruhkan.

Solidaritas bukan sekadar slogan yang terpampang dalam spanduk kegiatan organisasi. Solidaritas harus diwujudkan melalui tindakan nyata, keberanian membela anggota, dan kesediaan untuk berjuang bersama menghadapi setiap persoalan.

MUSNIK IV ini diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi PUK SPLP FSPMI PT Osha Asia. Sebab, organisasi serikat pekerja yang kuat bukan hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi pemimpin, melainkan oleh persatuan, militansi, dan keterlibatan seluruh anggotanya.

Satu komando, satu perjuangan, dan satu solidaritas. Kepengurusan boleh berganti, tetapi semangat memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan bagi kaum buruh tidak boleh berhenti.