Jakarta, KPonline-Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu, (7/11/2026) menjadi saksi bisu Ikrar Buruh Indonesia yang digagas Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Dalam kegiatan tersebut, para buruh KSPI menyatakan komitmen untuk menjaga persatuan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Menjaga Presiden Prabowo Subianto serta kesetiaan terhadap Pancasila dan bangsa Indonesia.
Kemudian, dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Hendrik Hutagalung, menyampaikan apresiasi kepada seluruh buruh yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti kegiatan ikrar bersama di Lapangan Monas.
Dalam orasinya, Hendrik mengatakan bahwa seluruh peserta telah bersedia berpanas-panasan demi mengikrarkan satu ikrar kepada Pemerintah Republik Indonesia.
“Sudah meluangkan waktu untuk bisa hadir di lapangan ini. Kita sama-sama berpanas-panasan untuk mengikrarkan satu ikrar untuk pemerintahan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa sebagaimana telah disampaikan Presiden KSPI, Said Iqbal, pemerintah Presiden Prabowo telah menerbitkan empat undang-undang yang dinilai berpihak kepada buruh, petani, dan masyarakat luas.
Hendrik mengungkapkan bahwa melalui ikrar yang telah diucapkan bersama, kaum buruh menegaskan komitmen untuk menjaga keutuhan bangsa serta mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kita sepakat, sepakat kita menjaga negara kita. Kita harus menjaga negara ini dari segala bentuk-bentuk kezaliman. Maka dari itu, hari ini kita sudah membuktikan buruh di Indonesia setia kepada negara dan setia kepada Pancasila di Republik Indonesia,” tegasnya.
Hendrik juga menegaskan bahwa komitmen tersebut tidak berhenti hanya pada ikrar yang dilaksanakan di Monas. Para buruh akan siap mensosialisasikan pesan persatuan dan perdamaian ke seluruh wilayah Indonesia.
“Maka dari itu, kita akan siap menyosialisasikan ini ke seluruh Indonesia, ke seluruh daerah, bahwa buruh siap menjaga perdamaian dan keutuhan Republik Indonesia,” lanjutnya.
Selanjutnya, dikesempatan yang sama, perwakilan Serikat Pekerja Nasional (SPN), Dadan Sudiana, dalam orasinya menyampaikan rasa terima kasih sekaligus kebanggaannya karena SPN menjadi bagian dari perjuangan kaum buruh bersama KSPI.
Dadan menegaskan bahwa SPN merasa bangga menjadi bagian dari perjuangan organisasi buruh yang disebutnya sebagai salah satu kekuatan perjuangan kelas pekerja di negeri ini.
“Terima kasih. Hari ini buruh, kelas pekerja, dan kita, KSPI, hari ini Federasi Serikat Pekerja Nasional. Karena SPN merasa bangga menjadi bagian dari perjuangan organisasi terkuat di negeri ini, yaitu KSPI,” ungkapnya.
Ia pun menyinggung kondisi kaum buruh dan kelas pekerja yang selama ini dikenal aktif menyampaikan kritik serta melakukan perlawanan terhadap berbagai kebijakan negara yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan buruh.
Namun, menurutnya, saat ini kaum buruh juga tampil sebagai salah satu gerakan yang menyatakan sikap untuk menjaga keutuhan NKRI.
“Kitalah juga yang hari ini berikrar bahwa kita akan tetap menjaga persatuan. Karena kita kaum buruh, kelas pekerja, mencintai negeri ini. Betul tidak, teman-teman?,” serunya.
Dadan kemudian menegaskan bahwa siapa pun pemimpin yang berpihak kepada kaum buruh dan kelas pekerja akan mendapatkan dukungan sepenuhnya.
“Apapun itu, siapapun itu, pemimpin yang berpihak kepada kita, kepada kelas pekerja, kita akan dukung sepenuhnya,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kabar mengenai diterbitkannya Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan yang diharapkan dapat menjadi jawaban atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi kaum buruh.
Karena, kata Dadan, sejumlah persoalan mendasar seperti Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), sistem outsourcing, hingga persoalan pengupahan harus terus diperjuangkan melalui regulasi yang memberikan perlindungan dan kepastian bagi pekerja.
“Baru saja kemarin kita mendapatkan informasi dan sudah rilis Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan. Banyak persoalan-persoalan kita, akhirnya kita dapat peraturan yang mungkin bisa kita perjuangkan, kawan-kawan. Bagaimana PKWT, bagaimana outsourcing, upah, semuanya kita perjuangkan dengan regulasi itu, kawan-kawan,” katanya.
Dadan juga mengajak seluruh anggota KSPI, khususnya SPN untuk tetap berada dalam satu barisan perjuangan bersama KSPI serta menjaga soliditas organisasi dengan satu komando.
“Jadi kami berharap pilihan nasional akan dekat agar tetap ada satu barisan dengan perjuangan KSPI dan satu komando di bawah KSPI. Dan kita tetap akan menjaga negeri ini, negeri yang dicintai. Persatuan adalah harga mati,” lanjutnya.
Menutup orasinya, Dadan kembali menegaskan kebanggaan SPN menjadi bagian dari perjuangan kelas pekerja bersama KSPI.
Ia menyampaikan bahwa persatuan dan komitmen menjaga keutuhan bangsa harus menjadi pegangan bersama seluruh elemen buruh.
“Terima kasih. Itu kami atas nama SPN Nasional dan kami bangga menjadi bagian dari perjuangan kelas pekerja, terutama di Konfederasi KSPI,” pungkas Dadan.



