Tuban, KPonline – Pengurus Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPAI FSPMI) Kabupaten Tuban menggelar Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) I pada Sabtu, 7 November 2026. Kegiatan ini merupakan agenda perdana pasca pelaksanaan Musyawarah Cabang (MUSCAB) pada awal Oktober 2026. RAKERCAB menjadi langkah strategis dalam menindaklanjuti hasil MUSCAB, khususnya rekomendasi yang telah disepakati dalam sidang komisi untuk diterjemahkan menjadi program kerja organisasi selama satu tahun ke depan.
Ketua PC SPAI FSPMI Kabupaten Tuban, Duraji, S.H., memberikan kesempatan kepada masing-masing wakil bidang untuk memaparkan rencana dan prioritas program kerja sesuai dengan bidang tanggung jawabnya. Melalui forum tersebut, setiap bidang diharapkan mampu menyusun langkah konkret, terukur, dan dapat direalisasikan, sehingga hasil MUSCAB tidak hanya menjadi catatan organisasi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata untuk kepentingan anggota.
Wakil Bidang I yang membidangi Organisasi, Politik, dan Pendidikan, Ahmad Arif, menyampaikan bahwa salah satu fokus utama program kerjanya adalah melakukan pembaruan database organisasi. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan tertib administrasi sekaligus memastikan pemutakhiran data organisasi berjalan dengan baik. Selain itu, pihaknya akan mendorong peningkatan pendidikan bagi para pengurus di tingkat Pimpinan Unit Kerja (PUK). Pendidikan organisasi menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggota FSPMI sekaligus mempersiapkan kader-kader baru agar proses regenerasi organisasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Bidang III Kajian Hukum dan Advokasi, Matnur, menekankan pentingnya penertiban prosedur advokasi sebelum adanya pendampingan dari pengurus PC SPAI FSPMI. Menurutnya, pengurus di tingkat PUK perlu memiliki pemahaman dan kemampuan dasar dalam menangani persoalan ketenagakerjaan secara mandiri. Dengan demikian, ketika muncul permasalahan hubungan industrial, pengurus PUK sudah memiliki bekal untuk melakukan langkah-langkah awal sesuai prosedur sebelum meminta pendampingan lebih lanjut dari tingkat cabang.
Wakil Bidang IV yang membidangi PKB, Upah, dan K3, Ali Makfur, memaparkan program penyusunan draft atau konsep Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) maupun Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang dapat dijadikan referensi oleh seluruh pengurus PUK. Penyusunan konsep tersebut bertujuan untuk mengurangi kesenjangan kualitas dan substansi perjanjian kerja antarpengurus PUK. Ia juga menegaskan bahwa isi perjanjian kerja tidak boleh hanya berorientasi pada persoalan upah dan kesejahteraan, tetapi harus memberikan perhatian serius terhadap jaminan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi pekerja. Sebab, masih ditemukan perjanjian kerja yang lebih banyak mengatur persoalan upah, sementara aspek perlindungan K3 belum mendapatkan perhatian yang memadai.
Lebih lanjut, Ali Makfur juga menyampaikan rencana pelaksanaan berbagai pelatihan K3 bagi anggota di tingkat PUK. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap potensi bahaya di lingkungan kerja, sekaligus membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja. Menurutnya, kesejahteraan pekerja tidak dapat dipisahkan dari jaminan keselamatan dalam menjalankan aktivitas pekerjaan. Pekerja bukan hanya berhak mendapatkan upah yang layak, tetapi juga berhak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Di bidang Informasi, Media Propaganda, Aksi, dan Kegiatan Sosial, Wakil Bidang V, Imam Mujaidin, menyampaikan rencana pembentukan tim media di tingkat PUK. Menurutnya, keberadaan tim media menjadi sangat penting karena di era digital saat ini media merupakan salah satu ujung tombak perjuangan organisasi dalam menyampaikan informasi, membangun opini publik, serta mendokumentasikan berbagai aktivitas perjuangan buruh. Selain itu, program kegiatan sosial juga akan diperluas agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kalangan internal organisasi, tetapi juga dapat menjangkau kepentingan umum dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas serta rakyat Indonesia.
Menutup kegiatan RAKERCAB I tersebut, Ketua PC SPAI FSPMI Kabupaten Tuban, Duraji, S.H., berpesan agar setiap wakil bidang mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara mandiri serta memiliki komitmen penuh terhadap program kerja yang telah disusun. Ia menekankan bahwa kemandirian masing-masing bidang bukan berarti berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus tetap mengedepankan komunikasi dan koordinasi antarpengurus. Menurutnya, sinergi dan kerja sama menjadi kunci penting dalam membangun organisasi yang kuat.


