Ali Makfur: Musik Metal dan Semangat Perjuangan Buruh Berjalan Seirama

Ali Makfur: Musik Metal dan Semangat Perjuangan Buruh Berjalan Seirama

Tuban, KPonline – Sekretaris Garda Metal sekaligus Anggota Dewan Pengupahan dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Tuban, Ali Makfur, menghadiri gelaran TUBAN METAL FEST yang berlangsung pada Minggu, 1 November 2026, di Manunggal Sport Center, Kabupaten Tuban.

 

Bacaan Lainnya

Tuban Metal Fest kali ini dimeriahkan oleh beberapa band metal ternama dari Provinsi Jawa Timur sampai Jawa Tengah yaitu, Demented Heart (Kota Kediri), Wong Lawas (Kota Tuban), Gakuen Purgatory (Kota Rembang), Nalar (Kota Lamongan) dan lain sebagainya.

 

Kehadirannya dalam festival musik metal tersebut bukan sekadar untuk menikmati penampilan para musisi, tetapi juga menjadi bagian dari kecintaannya terhadap musik keras yang telah melekat sejak lama.

 

Bagi Ali Makfur, musik metal bukanlah hal baru. Sejak tahun 2003, anggota Garda Metal FSPMI Tuban ini mengaku tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menikmati berbagai perhelatan musik metal. Kecintaannya terhadap genre musik tersebut telah tumbuh selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, termasuk dalam menjalankan aktivitas sebagai seorang aktivis serikat pekerja.

 

Menurut Ali, musik metal memiliki keterkaitan erat dengan semangat perjuangan kaum buruh. Ia menilai bahwa nilai-nilai yang kerap disuarakan dalam musik metal sejalan dengan gerakan serikat pekerja, terutama dalam menentang kesenjangan sosial, melawan ketidakadilan, serta menyuarakan perlawanan terhadap berbagai bentuk penindasan. Baginya, musik bukan sekadar hiburan, melainkan juga media untuk menyampaikan kritik dan membangun kesadaran sosial.

 

Ali Makfur juga berpendapat bahwa anggota serikat pekerja atau buruh, khususnya para aktivis pergerakan, perlu memiliki semangat yang kuat dan tidak mudah menyerah. Ia menganggap musik keras seperti metal dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun karakter yang berani, tangguh, dan konsisten dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Semangat tersebut dinilai penting agar perjuangan organisasi tetap hidup di tengah berbagai tantangan.

 

“Kita ini sebagai garda terdepan untuk melakukan perubahan, jadi tidak boleh melempem. Kita harus tetap memiliki semangat, keberanian, dan konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan kaum buruh,” ungkap Ali Makfur saat menyampaikan pandangannya mengenai hubungan antara musik metal dan gerakan serikat pekerja.

 

Lebih lanjut, Ali meyakini bahwa suasana dan selera musik dapat memengaruhi kondisi psikologis serta semangat seseorang dalam bergerak. Menurutnya, musik dengan tempo cepat, dentuman keras, dan lirik penuh perlawanan mampu membangkitkan energi serta memperkuat tekad. Hal itulah yang membuat banyak lagu bertema perjuangan identik dengan aliran musik keras, karena dinilai mampu memompa semangat para pejuang ketika berada di medan perjuangan.

 

Melalui TUBAN METAL FEST, Ali Makfur berharap komunitas musik metal dan gerakan serikat pekerja dapat terus tumbuh berdampingan dengan semangat yang sama, yakni keberanian menyuarakan aspirasi dan menolak ketidakadilan. Baginya, musik metal bukan hanya tentang distorsi gitar dan suara yang menggelegar, tetapi juga tentang sikap, solidaritas, dan perlawanan. Selama ketidakadilan masih ada, “Semangat Perjuangan Tidak Boleh Padam Sekeras Musik Metal, Sekuat Tekad Kaum Buruh”.

 

#Hobi #MusikMetal #TubanMetalFest #SerikatPekerja #GardaMetal #FSPMI

Pos terkait